PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Nevi Zuairina, meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat sinergi dalam menangani banjir berulang di Sumatera Barat.
Ia menilai penanganan bencana perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga kebijakan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir.
Pernyataan itu disampaikan Nevi menyusul banjir bandang yang kembali melanda Kota Padang akhir pekan kemarin.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat terdampak dan berharap warga diberi kekuatan menghadapi musibah tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Hati saya bersama saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah ini. Saya membayangkan betapa beratnya perjuangan keluarga yang harus menyelamatkan diri, mengkhawatirkan keselamatan anak-anak, dan menghadapi kerusakan tempat tinggal. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” ungkap Nevi.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, banjir dan air bah yang berulang di Sumatera Barat perlu menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, upaya penanganan harus mencakup pemulihan kawasan hulu, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), perbaikan infrastruktur pengendali banjir, serta penguatan sistem peringatan dini.
“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berjalan bersama. Kita membutuhkan sinergi yang nyata, perencanaan yang matang, serta komitmen berkelanjutan agar keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas anggota Komisi IV DPR RI tersebut.
Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Harus Terpenuhi
Selain penanganan jangka panjang, Nevi mengingatkan pentingnya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi selama masa penanganan bencana.
Kebutuhan tersebut meliputi makanan, air bersih, pelayanan kesehatan, dan tempat pengungsian yang layak. Ia juga menekankan perlunya perlindungan bagi anak-anak, perempuan, serta kelompok rentan lainnya.
Menurut Nevi, dampak bencana tidak hanya berupa kerusakan rumah dan lingkungan. Banjir juga dapat menghilangkan rasa aman, mengganggu pendidikan anak, serta menghentikan mata pencaharian masyarakat.
Karena itu, ia meminta agar penanganan bencana memperhatikan kebutuhan warga dalam jangka pendek sekaligus upaya pemulihan kehidupan mereka setelah bencana.
“Jangan biarkan masyarakat menghadapi ketakutan yang sama setiap musim hujan. Negara harus hadir, masyarakat harus saling menguatkan, dan kita semua harus bergotong royong membangun Sumatera Barat yang lebih aman dan tangguh,” pungkas Nevi Zuairina. (*)
Editor : Heri Sugiarto