Dari Koto Lua ke Jepang, Program Semen Padang Buka Peluang Kerja bagi Pemuda

Hendra Efison • Dipublikasikan Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:30 WIB
Yoga Pratama, pemuda asal Koto Lua, Kota Padang, saat bekerja di sektor pertanian di Jepang setelah mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang melalui kolaborasi PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat Koto Lua.
Yoga Pratama, pemuda asal Koto Lua, Kota Padang, saat bekerja di sektor pertanian di Jepang setelah mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang melalui kolaborasi PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat Koto Lua.

PADEK.JAWAPOS.COM—Peluang bekerja di luar negeri menjadi salah satu hasil pemberdayaan pemuda yang dikembangkan melalui kolaborasi PT Semen Padang dan masyarakat Kelurahan Koto Lua, Kota Padang. Yoga Pratama, pemuda asal daerah tersebut, kini bekerja di sektor pertanian di Jepang sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Keberangkatan Yoga ke Jepang tidak terlepas dari program pelatihan bahasa dan budaya Jepang yang difasilitasi PT Semen Padang bersama Forum Pemberdayaan Masyarakat Koto Lua.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia di tingkat kelurahan. Selain mendorong kegiatan ekonomi produktif, pemberdayaan masyarakat juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pemuda agar memiliki akses terhadap peluang kerja yang lebih luas.

Kisah Yoga memperlihatkan bagaimana program pemberdayaan berbasis komunitas dapat membuka jalan bagi pemuda untuk mengembangkan karier hingga ke luar negeri.

Di Koto Lua, penguatan kapasitas pemuda juga menjadi bagian dari Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) PT Semen Padang. Dalam alokasi anggaran Rp87,52 juta, Forum Nagari Koto Lua mengelola sejumlah kegiatan, termasuk pelatihan satpam bagi pemuda produktif dan pengadaan perlengkapan drum band MTSS Limau Manis.

Secara keseluruhan, PT Semen Padang mengalokasikan dana tahap awal Rp1,29 miliar untuk mendukung 35 program pemberdayaan di 12 kelurahan dan kawasan Teluk Bayur.

Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah. Masyarakat melalui Forum Nagari dan kelompok pengelola sumber daya dilibatkan dalam menentukan prioritas serta mengelola kegiatan.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan dukungan pendanaan melalui Program BMN merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi dan menjawab kebutuhan wilayah masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disalurkan, tetapi juga kemampuan masyarakat mengelola program dan menjaga keberlanjutan manfaatnya.

“Keberhasilan pemberdayaan tidak diukur dari seberapa besar dana yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana masyarakat mampu mengelola, menjaga keberlanjutan, dan merasakan manfaatnya secara mandiri. Forum Nagari menjadi wadah agar warga sendiri yang menentukan potensi dan solusi atas kebutuhan mereka,” ujar Win.

Ia menambahkan, pelaksanaan program BMN diarahkan untuk memperkuat partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan kegiatan. Dengan demikian, dukungan perusahaan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kapasitas dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Forum Nagari merupakan wadah yang mempertemukan lembaga sosial ekonomi masyarakat, Kerapatan Adat Nagari, dan pemangku kepentingan lainnya. Pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang melalui kesepakatan deklarasi di Bukittinggi pada 31 Januari 2015.

Melalui wadah tersebut, masyarakat didorong mengidentifikasi kebutuhan, menyusun prioritas, serta mengelola kegiatan pemberdayaan dengan melibatkan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.(*)

Editor : Hendra Efison
pt semen padang pekerja migran indonesia pemberdayaan pemuda yoga pratama pelatihan bahasa jepang