Pembangunan gedung baru RS Yarsi tertua kedua dari 6 rumah sakit yayasan tersebut di Sumbar itu, ditandai dengan peletakan batu pertama secara bersama oleh Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK), Gubernur Mahyeldi, pengusaha Minang Yendra Fahmi, Ketua DPP Muhammadiyah, PJ Wako Sonny Budaya Putra dan Ketua DPRD Mardiansyah, Sabtu (4/11) kemarin.
Jusuf Kalla sebelum prosesi peletakan batu pertama, menyebut, layanan kesehatan itu berkembang sangat luar biasa dengan kanaikan 100 persen pada teknologi kedokteran setiap 5 tahun. Hal ini yang menyebabkan perkembangan rumah sakit juga menjadi luar biasa.
Dikatakannya ada tiga faktor di rumah sakit, yakni faktor medis yang bertumpu pada kemampuan dokter sebagai salah satu penunjang berkembang tidaknya suatu rumah sakit. Faktor kedua yakni teknologi yang canggih juga harus sejalan dengan kemampuan tenaga medis untuk kualitas layanan.
“Faktor yang ketiga, adalah paling menentukan dan sangat strategis dan penting bagi setiap rumah sakit, yakni hospitality. Layanan yang baik sangat penting karena begitu banyaknya pilihan layanan kesehatan yang tersedia saat ini,” ungkap Jusuf Kalla.
Sementara Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebutkan, RS Yarsi selama ini secara langsung telah ikut meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sumbar, yang muaranya tentu mempengaruhi angka Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Sumbar yang saat ini terhitung cukup baik.
“Selain pelayanan medis, hal yang membedakan RSI Ibnu Sina adalah pendekatan pelayanan kesehatan yang bernuansa religius. Sehingga, obat itu bukan hanya di sisi medis, tapi juga di sisi spiritualnya. Ibnu sina memadukan pola pengobatan seperti itu, yang jelas sangat menyatu dengan keseharian masyarakat Sumbar, yang menganut falsafah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK),” ucap Gubernur.
Pada kesempatan yang sama, salah seorang pengurus Lembaga Wakaf Yarsi Sumbar, Jimi Syah Putra Ginting menyebutkan telah diserahkan dana wakaf tahap pertama kepada pengurus Yarsi Sumbar senilai Rp 1.099.120.027 untuk mengawali pembangunan gedung baru yang membutuhkan anggaran hingga Rp73 miliar lebih itu.
“Penyerahan dana wakaf tersebut selain sebagai pertanggungjawaban kepada ummat atas dana yang telah dihimpun, juga untuk memotivasi ummat untuk berwakaf hingga rumah sakit dapat optimal dibangun dari dana wakaf,” beber Jimi yang juga Humas kegiatan tersebut. (wrd) Editor : Novitri Selvia