Dana zakat tersebut disalurkan melalui enam program, yakni Padangpanjang Makmur untuk 202 mustahik, Padangpanjang Cerdas 33 mustahik, Padangpanjang Sehat 15 mustahik, Padangpanjang Peduli empat mustahik, Anak Didik Binaan Baznas 10 mustahik, serta program CSR Wardah bagi 18 mustahik.
Wakil Wali Kota Padangpanjang, Allex Saputra, yang menyerahkan bantuan secara simbolis menyatakan zakat memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen sosial yang dapat membantu pengentasan kemiskinan apabila dikelola secara profesional dan transparan.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan daerah yang religius, berdaya saing, dan sejahtera. Pembangunan, kata dia, tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan sosial dan spiritual masyarakat.
Ketua Baznas Kota Padangpanjang, Novi Hendri, menjelaskan penyaluran zakat difokuskan pada sektor ekonomi produktif, pendidikan, dan kesehatan. Pada program Padangpanjang Sehat, bantuan banyak diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan biaya pengobatan rutin ke luar daerah, seperti ke Padang dan Bukittinggi.
Ia memastikan setiap pengajuan bantuan melalui proses survei lapangan sebelum direalisasikan. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mustahik.
Baznas juga menyampaikan apresiasi kepada para muzakki, termasuk aparatur sipil negara (ASN), jajaran Kementerian Agama, serta donatur lainnya yang menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut.
Baznas berharap pengelolaan zakat yang akuntabel dan berorientasi pada pemberdayaan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan di Kota Padangpanjang. (*)
Editor : Eri Mardinal