Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Supir Truk: Tol Cepat Diselesaikan, Efek Jalan Padang- Bukittinggi Sering Rusak

Aris Prima Gunawan • Selasa, 11 Februari 2025 | 11:30 WIB

BANYAK PEMINAT: Gerbang Tol Padang-Sicincin tampak ramai saat dilakukan uji layak beberapa waktu lalu. Tol ini kabarnya akan dibuka kembali jelang Lebaran 2025 ini.(DOK HK)
BANYAK PEMINAT: Gerbang Tol Padang-Sicincin tampak ramai saat dilakukan uji layak beberapa waktu lalu. Tol ini kabarnya akan dibuka kembali jelang Lebaran 2025 ini.(DOK HK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Tahun lalu, Jalan Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai mengalami putus akibat banjir bandang. Akibatnya akses dialihkan ke Jalan Sicincin-Malalak-Balingka (Simalaka). Sekarang, ancaman serupa terjadi di Puncak Anai.

Jalan Padang-Bukittinggi di Puncak Anai itu juga terancam putus, karena tebing di sisi kiri jalan dari arah Bukittinggi kian tergerus. Jika terban total, dipastikan tidak ada yang dapat lewat di sana. Pasalnya, tebingnya sangatlah dalam. Perbaikannya pun tentu akan sangat lama nantinya.

Melihat kondisi itu, sejumlah sopir truk yang ditanyai Padang Ekspres, berpandangan bahwa Tol Padang-Pekanbaru mesti lebih dipercepat pengerjaannya. Sebab, mereka melihat kian hari banyak kerusakan di jalan umum nasional.

“Kemarin itu di Lembah Anai putus. Lalu di kawasan Pangkalan juga sering putus. Sepertinya ini desakan, agar tol cepat diselesaikan,” ujar Hendri, 47, salah seorang sopir truk saat ditanyai di salah satu warung di Lubuakaluang, kemarin.

Menurutnya, angkutan barang akan paling dirugikan apabila akses terputus. Contohnya saja ketika rusaknya jalan di Lembah Anai dan Pangkalan. “Biasanya, itu selalu berujung pada peningkatan harga, kalau barang yang dibawa berupa sembako,” hematnya.

Hal itu dibenarkan oleh Abdul Salim, 39, salah seorang pedagang yang beras ke Pekanbaru. Menurutnya, wajar apabila pedagang menaikkan harga ketika pengeluaran mereka lebih besar.

“Misalnya jalan dialihkan ke Malalak. Itu lebih jauh jaraknya untuk sampai ke Bukittinggi. Apalagi ke Pekanbaru. Begitupun kalau pengalihan jalan karena jalan putus di Pangkalan,” ungkapnya.

Berbeda dengan adanya tol, sambungnya, kendati terhadap penambahan biaya karena membayar tol, tetapi jarak tempuh dipersingkat. Artinya, kebutuhan minyak kendaraan juga berkurang. “Yang pasti, kita hemat waktu dan tenaga. Saya yakin, harga akan tetap stabil,” cermatnya.

Untuk itu, baik Hendri ataupun Abdul Salim, sama-sama berharap agar pemerintah mengebut pengerjaan Tol Padang-Pekanbaru di Sumbar. Sehingga, aktivitas perekonomian masyarakat menjadi lebih lancar.

Terhambat Anggaran

Berkaitan dengan rencana pembangunan Tol Padang-Pekanbaru ruas Tol Sicincin-Bukittinggi yang merupakan lanjutan Padang-Sicincin, belum bisa dipastikan apakah bisa dilanjut atau tidak. Pasalnya, pemerintah melakukan efisiensi anggaran.

Hal ini turut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Ia mengungkapkan bahwa memang belum ada kepastian apakah ruas Sicincin-Bukittinggi dapat dilanjutkan dalam waktu dekat.

“Kalau soal tol, Sicincin Bukittinggi dari rencana awal akan diajukan PMN dari pemerintah ke DPR. Jadwal yang disusun oleh Hutama Karya adalah PMN tahun 2026. Saya belum tahu apakah itu akan tetap dilaksanakan atau tidak,” jelasnya.

“Tapi tentu kami akan terus mendorong agar Sicincin-Bukittinggi masuk dalam PMN 2026, sehingga akhir tahun 2026 atau awal 2027, proses pembangunan bisa dimulai. Mohon doa agar ini bisa direalisasikan,” katanya lagi. (apg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#tol padang-pekanbaru #Puncak Anai #jalan Padang Bukittinggi