PADEK.JAWAPOS.COM-Ratusan warga Nagari Kapalohilalang, Kecamatan 2X11 Kayutanam, Padangpariaman, melakukan aksi penutupan pintu keluar (exit) Tol Padang-Sicincin.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) yang dinilai belum menunaikan janji kompensasi kepada masyarakat terdampak pembangunan jalan tol.
Koordinator lapangan aksi, Ferdiansyah, menyampaikan bahwa warga hanya menuntut pihak HKI untuk segera merealisasikan kompensasi atas kerugian yang mereka alami akibat proyek tersebut.
“Kami hanya meminta HKI memenuhi janjinya dalam memberikan kompensasi terhadap kerugian masyarakat akibat pembangunan jalan tol ini,” ujar Ferdiansyah, kemarin.
Ferdiansyah menjelaskan bahwa proyek pembangunan Tol Padang-Sicincin telah menyebabkan kerusakan pada lebih dari seratus hektare sawah milik warga. Selain itu, sejumlah fasilitas lain seperti kandang ayam, kolam ikan, dan rumah warga juga terdampak signifikan.
“Lebih dari seratus hektare sawah masyarakat rusak akibat pembangunan ini. Selain itu, banyak kandang ayam dan kolam ikan yang terdampak. Kami menuntut agar HKI segera menunaikan janji kompensasi,” tegasnya.
Ferdiansyah menambahkan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga tuntutan warga dipenuhi. “Kami akan tetap menutup exit tol ini sampai kompensasi benar-benar direalisasikan,” pungkasnya.
Menanggapi aksi tersebut, Humas PT Hutama Karya Infrastruktur, Andi Prahmana, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan kajian terkait pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak.
Menurut Andi, HKI tetap berkomitmen untuk memberikan kompensasi sesuai dengan tanggung jawabnya. Namun, ia menegaskan bahwa pencairan dana tersebut harus melalui mekanisme dan regulasi yang jelas, mengingat dana yang digunakan merupakan uang negara.
“Bukan tidak diindahkan, tetapi karena dana yang akan dikeluarkan adalah uang negara, maka ada prosedur yang harus kami jalani sebelum realisasinya,” jelas Andi.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menyelesaikan permasalahan ini secepat mungkin. “Kami sudah menggandeng instansi-instansi pemerintah kabupaten terkait untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Andi berharap masyarakat dapat bersabar agar penyelesaian dapat dilakukan dengan baik dan tidak ada pihak yang dirugikan. “Saya berharap masyarakat bisa bersabar karena sesuatu yang dilakukan secara tergesa-gesa justru bisa merugikan semua pihak, baik kami maupun masyarakat sendiri,” tutupnya.
Aksi penutupan exit tol ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Diharapkan ada solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat serta menjaga kelancaran proyek infrastruktur nasional. (apg)
Editor : Novitri Selvia