PADEK.JAWAPOS.COM-Tradisi Maulid Nabi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Padangpariaman diharapkan dapat naik kelas menjadi agenda budaya religius berskala nasional.
Harapan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman, Aprinaldi, dalam pertemuan santai bersama awak media, di hari ulang tahunnya yang ke-42, kemarin.
Aprinaldi menekankan bahwa pelestarian budaya lokal harus menjadi perhatian bersama. Ia menyebut, tradisi Maulid Nabi bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi bagian dari identitas dan warisan kultural yang memiliki nilai tinggi.
“Tradisi Maulid Nabi di Padangpariaman bukan hanya kegiatan seremonial. Ia merepresentasikan perpaduan antara nilai spiritual dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Ini adalah bagian dari jati diri masyarakat kita,” ungkap Aprinaldi.
Menurutnya, kekayaan budaya seperti ini patut diangkat ke tingkat nasional, bahkan internasional, karena mengandung pesan kebersamaan, gotong royong, serta penguatan nilai-nilai keislaman.
“Tradisi ini menyatukan masyarakat lintas generasi dan memperkuat hubungan sosial. Dengan dukungan media dan pemerintah, saya yakin Maulid Nabi bisa menjadi agenda budaya religius yang dikenal luas,” tambahnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Padangpariaman, Zahirman, yang turut hadir dalam pertemuan itu, mendukung penuh gagasan tersebut.
Ia menilai, promosi budaya lokal seperti Maulid Nabi memerlukan strategi komunikasi yang kolaboratif antara pemerintah, media, dan masyarakat.
“Kominfo siap mendorong promosi budaya melalui berbagai saluran digital. Peran media sangat vital dalam menyebarkan nilai-nilai luhur tradisi kita agar bisa dikenal lebih luas,” ujar Zahirman.
Ia juga menambahkan bahwa pelestarian budaya lokal menjadi salah satu fokus dalam pengembangan narasi positif daerah.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan harapan agar sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, dan insan pers terus diperkuat dalam mengangkat potensi budaya Padangpariaman ke panggung yang lebih luas. (apg)
Editor : Novitri Selvia