PADEK.JAWAPOS.COM-Perselisihan akibat pembatalan Pekan Budaya Daerah 1 di Nagari Katapiang, mulai mencapai titik damai. Hal itu setelah DPRD Padangpariaman mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan niniak mamak Nagari Katapiang, perwakilan sasaran silat, bundo kanduang, sanggar serta LKAAM Padangpariaman, kemarin.
RDP yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Padangpariaman Aprinaldi dimulai dengan mendengarkan seluruh keluhan dari niniak mamak, sanggar, bundo kanduang, serta perwakilan perguruan silat Padangpariaman.
Mereka menceritakan kekecewaan akibat pembatalan PKD 1 oleh Bupati Padangpariaman. Setelah mendengarkan itu, Anggota DPRD Padangpariaman Topik Hidayat pun mencoba memberikan solusi. Yakni menyarankan niniak mamak bertemu langsung dengan Bupati Padangpariaman.
Entah itu di rumah dinas Ketua DPRD Padangpariaman atau langsung di Nagari Katapiang (rumah gadang Rangkayo Sajo Sampono).
“Jadi, saya berharap bapak Ketua DPRD bisa menjadi penyambung komunikasi ke pak bupati. Sehingga masalah ini terselesaikan dan tidak berlarut,” saran Topik.
Saran dari Topik pun disambut baik niniak mamak dan seluruh tokoh yang hadir dalam RDP itu. Namun, mereka menginginkan pertemuan dengan Bupati Padangpariaman di rumah gadang Rajo Sampono.
“Kami juga tidak ingin masalah ini berlarut. Kami hanya ingin bagaimana bapak bupati menyampaikan permintaan maaf langsung kepada niniak mamak yang sudah dipermalukan karena pembatalan pekan kebudayaan ini,” jelas Emyl Syah Sampono Rajo Panyinggahan.
Sejak awal, sambungnya, niniak mamak sangat membuka ruang dalam dengan Bupati Padangpariaman. Tentunya dengan bupati datang langsung dan meminta maaf.
“Kalau kami niniak mamak yang akan datang, berarti bupati tak berniat meminta maaf. Tak mungkin kami menjemput maaf,” tukasnya.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Padangpariaman Rudy Repenaldi Rilis mengatakan, pihaknya akan menyampaikan kepada Bupati Padangpariaman seluruh hasil RDP.
Namun ia menggarisbawahi setiap keputusan bupati memiliki landasan dan pertimbangan yang matang. “Pak bupati tentu juga ingin kesalahpahaman ini tidak berlarut,” tukasnya. (apg)
Editor : Novitri Selvia