PADEK.JAWAPOS.COM-Misteri hilangnya Epi Yulia Susanti, 52 tahun, korban banjir bandang di Lubuakaluang, mulai menemui titik terang.
Kemarin, warga menemukan sesosok jasad perempuan di tepian Sungai Batang Anai, tepatnya di Korong Pasakandang, Nagari Balahhilia, Kecamatan Lubuakaluang.
Kapolsek Lubuakaluang, Iptu Riky Vrama Putra, mengungkapkan jasad tersebut ditemukan sekitar pukul 10.30 dalam kondisi tertimbun pasir, tanah, dan tumpukan ranting kayu di pinggir aliran sungai.
“Mayat ditemukan di tepian Sungai Batang Anai dalam kondisi tertutup pasir dan ranting. Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung turun ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara,” kata Iptu Riky kemarin.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi penemuan, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan. Saat ditemukan, korban mengenakan celana legging, dan di sekitar jasad juga ditemukan sebuah mantel hujan berwarna kuning.
“Berdasarkan ciri-ciri awal dan lokasi penemuan, korban diduga adalah Epi Yulia Susanti yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang. Namun, untuk memastikan identitasnya, kami masih menunggu hasil identifikasi resmi dari rumah sakit,” ujarnya.
Iptu Riky menjelaskan proses evakuasi jenazah dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan personel Polsek Lubuakaluang, Basarnas, unsur TNI AL, tenaga kesehatan, serta dibantu relawan masyarakat. Proses evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 12.30 dan berjalan lancar.
“Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Lubuakaluang ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan pemeriksaan medis dan proses identifikasi lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menetapkan identitas jenazah secara resmi dan meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait temuan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar menunggu informasi resmi. Kepastian identitas korban akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dari rumah sakit keluar,” tegas Kapolsek.
Diketahui sebelumnya, Epi Yulia Susanti dilaporkan hilang sejak banjir bandang dan longsor melanda wilayah Padangpariaman pada akhir November 2025.
Saat peristiwa terjadi, korban bersama anaknya melintasi Jembatan Kotoburuak, Nagari Lubuakaluang, yang ambruk akibat derasnya arus sungai.
Sang anak berhasil menyelamatkan diri, sementara Epi terseret arus dan dinyatakan hilang hingga ditemukannya jasad perempuan di Batang Anai. (apg)
Editor : Novitri Selvia