Peristiwa yang terjadi pukul 23.15 WIB tersebut dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut sejak sore hari.
Putusnya jembatan ini sempat melumpuhkan akses utama yang menghubungkan Nagari Seulayat Ulakan dan Nagari Sei Gimba Ulakan.
Saat ini, kendaraan roda dua sudah dapat melintas secara terbatas melalui jembatan darurat yang dibangun masyarakat secara swadaya.
Namun, akses untuk kendaraan roda empat masih terhenti sepenuhnya hingga proses pembangunan permanen dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Padangpariaman memastikan pembangunan jembatan permanen akan masuk dalam agenda prioritas pada tahun anggaran 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), saat meninjau lokasi pada Sabtu (3/1/2026) malam.
“Insyaallah, jembatan ini akan kita bangun tahun ini. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan kembali akses yang aman dan layak bagi masyarakat,” ujar John Kenedy Azis di lokasi kejadian.
Pihak pemerintah daerah juga akan melibatkan tim teknis untuk melakukan kajian mendalam sebelum proses konstruksi dimulai.
Hal ini bertujuan agar struktur jembatan baru lebih kokoh dan mampu bertahan menghadapi kondisi cuaca ekstrem di masa mendatang.
Wali Nagari Seulayat Ulakan, M Idris, menyatakan bahwa jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga sekitar.
Kehadiran jembatan darurat hasil gotong royong warga menjadi solusi sementara untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
“Kehadiran langsung kepala daerah menjadi penyemangat bagi masyarakat dan menumbuhkan harapan agar jembatan permanen segera terwujud,” kata Idris.
Hingga saat ini, warga diimbau untuk tetap waspada saat melewati jalur darurat tersebut, terutama mengingat cuaca yang masih fluktuatif di wilayah pesisir Padangpariaman.(*)
Editor : Hendra Efison