Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Menko PMK Pratikno Resmikan Huntara Korban Bencana di Sumbar

Aris Prima Gunawan • Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:55 WIB

Bupati Padangpariaman serahkan kunci Huntara Asampulau dan Huntara Batanganai bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang, Sabtu (24/1/2026).
Bupati Padangpariaman serahkan kunci Huntara Asampulau dan Huntara Batanganai bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang, Sabtu (24/1/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah meresmikan dan menyerahkan kunci Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, yang dipusatkan di Huntara Kayupasak, Nagari Salarehaie, Kecamatan Palembayan, Sabtu (24/1/2026).

Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno selaku Ketua Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara daring di Kabupaten Padangpariaman, masing-masing di Huntara Asampulau dan Huntara Batanganai.

Selain itu, peresmian Huntara berlangsung di Huntara Puluik-puluik, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, serta Huntara Aiaangek, Kecamatan Gunuangomeh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Pratikno menegaskan pembangunan Huntara merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat korban bencana.

“Fokus utama pemerintah adalah membantu masyarakat terdampak agar segera memiliki hunian sementara dan hunian tetap, serta mendorong pemulihan ekonomi dan produktivitas warga,” kata Pratikno.

Ia menyampaikan pemerintah bergerak sesuai arahan Presiden untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan optimal.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana hidrometeorologi di wilayahnya.

Ia menjelaskan, Huntara Asampulau dibangun di atas lahan PLTA Singkarak seluas sekitar 5.000 meter persegi dari total area 1,5 hektare, dengan 34 unit Huntara yang direncanakan berkembang menjadi hunian tetap.

Setiap unit Huntara dilengkapi listrik 900 watt, toilet di dalam rumah, serta akses air bersih sesuai standar kelayakan huni.

Bupati juga memaparkan hasil validasi kerusakan rumah akibat bencana, yakni 676 unit rusak ringan, 50 unit rusak sedang, dan 675 unit rusak berat.

Dari jumlah rusak berat tersebut, 424 rumah roboh, 75 rumah hanyut, dan 176 rumah direlokasi.

Dari lokasi Huntara Batanganai, Wakil Bupati Padangpariaman Rahmat Hidayat melaporkan sebanyak 40 unit Huntara di Korong Talao Mundam, Nagari Katapiang, telah siap ditempati dan kunci diserahkan langsung kepada warga.

Huntara Batanganai dibangun di atas lahan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Barat dan direncanakan menjadi kawasan hunian tetap.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan logistik kepada setiap keluarga penerima Huntara berupa paket kebersihan 10 item dan paket isi rumah 14 item.(apg)

Editor : Hendra Efison
#Bencana Padangpariaman #menko pmk #Huntara Sumatera Barat #Rehabilitasi pascabencana Sumbar