PADEK.JAWAPOS.COM–Nasib nahas menimpa sejumlah bocah di Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Dua orang anak dilaporkan terseret derasnya aliran air saat berenang di sungai Batang Nareh, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kamis sore (27/8/2026).
Dalam musibah yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB tersebut, satu korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.
"Tiga anak sedang mandi dan berenang di lokasi. Karena arus sungai yang cukup deras, dua orang di antaranya hanyut terbawa aliran air, sementara satu anak lainnya beruntung berhasil menyelamatkan diri," kata Kalaksa BPBD Kabupaten Padangpariaman, Emri Nurman, Kamis (27/8/2026).
Identitas kedua korban yang hanyut diketahui bernama Fikri berusia 10 tahun, serta Zahra, anak perempuan juga berusia 10 tahun.
Keduanya merupakan warga setempat yang berdomisili di Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang. Sementara itu, rekan mereka yang selamat dari maut diketahui bernama Nesa (10).
Sesaat setelah menerima laporan dari warga sekitar, tim gabungan langsung diterjunkan ke titik lokasi untuk menyusuri area sungai. Penyisiran tersebut dengan cepat membuahkan hasil untuk salah satu korban.
"Pada pukul 16.07 WIB, korban atas nama Fikri berhasil ditemukan oleh tim di lapangan, namun sayangnya sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar Emri.
Hingga laporan resmi diterbitkan pada pukul 16.50 WIB, pencarian terhadap korban kedua, Zahra, masih terus diupayakan.
Operasi SAR di sepanjang aliran Sungai Batang Nareh melibatkan personel Satuan Tugas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (Satgas TRC PB) BPBD Padangpariaman, berkolaborasi dengan jajaran Pemerintah Kecamatan Sungai Limau, Pemerintah Nagari Pilubang, serta bantuan dari warga sekitar.
Guna mengoptimalkan proses evakuasi, pihak BPBD juga telah berkoordinasi secara teknis dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang.
Tim penyelamat dari Basarnas Padang dilaporkan tengah bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna memperluas area pencarian korban yang masih hilang.
Menanggapi inside ini, BPBD Kabupaten Padangpariaman melayangkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat setempat.
Para orang tua diminta memperketat pengawasan terhadap aktivitas buah hati mereka, khususnya ketika berada di area sekitar bantaran atau aliran sungai.
"Kami mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. Terlebih ketika kondisi debit dan arus air sungai sedang deras, guna mencegah terulangnya kejadian serupa," tutur Emri.
Proses pencarian terhadap Zahra masih terus diupayakan di lapangan oleh tim gabungan. Pihak berwenang memastikan bahwa informasi mengenai perkembangan terkini operasi pencarian akan diperbarui secara berkala sesuai dengan situasi di lokasi kejadian. (cc1)
Editor : Hendra Efison