PADEK.JAWAPOS.COM–Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Korong Pauah, Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman, Rabu malam (2/9/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah tinggal beserta seluruh isinya.
Musibah ini menghanguskan kediaman Nurhayati, seorang ibu rumah tangga berumur 68 tahun. Kobaran api menjalar dengan cepat, memicu kepulan asap pekat dan melahap seluruh bagian bangunan dalam sekejap.
Komandan Regu Wilayah I Pemadam Kebakaran (Damkar) Padangpariaman, Satria Buana Putra, mengatakan bahwa kobaran api pertama kali disadari oleh pemilik bangunan itu sendiri.
Baca Juga: Emil Audero Resmi ke Rayo Vallecano, Como Datangkan Robert Sanchez
"Pemilik rumah melihat api yang sudah membesar, dan langsung melapor serta menghubungi pihak damkar untuk meminta bantuan penanganan," ujar Satria Buana Putra, Kamis (3/9/2026).
Laporan darurat diterima oleh petugas Posko Pemadam Kebakaran Satpol PP Damkar Kabupaten Padangpariaman pada pukul 23.30 WIB.
Menanggapi panggilan tersebut, unit mobil pemadam langsung diberangkatkan dari markas tiga menit berselang, yakni pada pukul 23.33 WIB, dan berhasil tiba di lokasi kejadian perkara (TKP) tepat pukul 23.45 WIB.
Baca Juga: UNP dan KIDS Jepang Ajari Siswa SD Padang Mitigasi Bencana Gempa-Tsunami
Guna menjinakkan amukan api agar tidak meluas ke area sekitarnya, petugas mengerahkan dukungan armada lintas posko.
Tiga armada yang dikirimkan ke lokasi meliputi Armada 05 dari Lubuk Alung, Armada 07 dari Limpato, serta bantuan satu unit Armada 04 dari Kota Pariaman.
Proses pemadaman di lapangan melibatkan kolaborasi personel dari Regu A Posko Lubuk Alung, Regu A Posko Limpato, dan dukungan penuh personel Damkar Kota Pariaman.
Baca Juga: UNP Reaktivasi Kampung Wisata Tabiang Barasok di Bukittinggi
Setelah berjibaku memadamkan si jago merah selama hampir dua jam, seluruh proses penanganan dan pendinginan lokasi berhasil diselesaikan sepenuhnya pada Kamis dini hari pukul 01.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam musibah ini, namun dampak material yang ditimbulkan cukup parah.
Selain menghanguskan seluruh fisik bangunan tempat tinggal, harta benda di dalam rumah warga tersebut juga tidak sempat diselamatkan.
Baca Juga: 237 Siswa Agam Diduga Keracunan, Semua Santap MBG dari Satu Dapur
Berdasarkan perincian data pendataan sementara dari pihak berwenang, total estimasi kerugian material akibat bencana kebakaran ini ditaksir mencapai Rp200 juta.
Sementara itu, sumber pemicu timbulnya titik api hingga saat ini belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwajib. (cc1)
Editor : Adetio Purtama