PADEK.JAWAPOS.COM—UNP melatih warga Korong Olo Bangau, Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, membuat disinfektan dan cairan pembersih secara mandiri untuk mencegah penyakit pasca banjir.
Kegiatan bertajuk “Edukasi dan Pelatihan Formulasi Disinfektan dan Cairan Pembersih sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Pasca Banjir di Korong Olo Bangau, Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman” itu bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui pelatihan tersebut, warga dibekali kemampuan melakukan sanitasi secara mandiri dengan membuat formulasi disinfektan dan cairan pembersih yang tepat, aman, dan aplikatif untuk kebutuhan rumah tangga pasca banjir.
Banjir membawa perubahan pada kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko pencemaran, berkembangnya mikroorganisme penyebab penyakit, serta menurunkan kualitas sanitasi di lingkungan permukiman.
Air banjir berpotensi mengandung berbagai kontaminan, termasuk bakteri, virus, jamur, serta bahan pencemar lainnya yang dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diare, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya sanitasi pasca banjir, prinsip penggunaan bahan disinfektan, teknik formulasi cairan pembersih, serta tata cara penggunaan bahan kimia secara aman.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung. Mereka mempelajari proses pencampuran bahan, pengukuran konsentrasi, hingga penerapan produk pada lingkungan rumah tangga.
Produk yang dibuat di antaranya disinfektan, cairan pengepel lantai, dan cairan pencuci piring.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 29 Mei melalui sosialisasi program bersama mitra. Selanjutnya, pada 16 Agustus dilaksanakan pertemuan edukasi dan pelatihan pembuatan produk cairan pembersih.
Kegiatan dilanjutkan pada 17 Agustus melalui pertemuan secara mandiri untuk praktik pembuatan produk cairan pembersih secara berkelompok.
Melibatkan Tim Multidisiplin
Kegiatan edukasi dan pelatihan tersebut dilaksanakan tim multidisiplin yang diketuai Dr. Fauzana Gazali, M.Pd. dari bidang Pendidikan Kimia/Kimia Terapan.
Tim melibatkan Vikri Aulia, S.Pd., M.Kom. (Teknik Elektronika), Dr. Desy Mardhiah, S.ThI. Sos., M.Si. (Sosiologi), dan Dr. Sherly Kasuma W.N., S.Si., M.Si. (Kimia Anorganik).
Pemateri yang terlibat yakni Dr. dr. Elsa Yuniarti, S.Ked., M.Biomed., AIFO-K. (Biologi/Kedokteran) dan Dr. Desy Kurniawati, S.Pd., M.Si. (Kimia Analitik).
Kegiatan juga didukung Melindra Mulia, M.Si. sebagai instruktur lapangan, Silvi Veronita, M.Si. selaku PLP Kimia, serta mahasiswa Abil Adrian dan Asa Cita Amanda yang membantu pelaksanaan kegiatan.
Ketua tim kegiatan, Dr. Fauzana Gazali, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat menghadapi dampak pascabencana.
Masyarakat perlu dibekali pengetahuan praktis agar mampu melakukan pencegahan penyakit secara mandiri.
Selama kegiatan, masyarakat Korong Olo Bangau aktif berdiskusi mengenai permasalahan sanitasi yang mereka alami setelah banjir. Peserta juga mengikuti praktik formulasi disinfektan dan cairan pembersih secara langsung.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Korong Olo Bangau, Ketaping, Batang Anai, diharapkan semakin siap menghadapi dampak kesehatan akibat bencana banjir, memiliki keterampilan dalam pengelolaan sanitasi lingkungan, serta mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.(*)
Editor : Hendra Efison