Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Menuju Pantai Air Manis, Melalui Hutan Tropis, Dua Alam, Satu Keindahan

Jufri Jao • Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:00 WIB
Permainan motor ATV di Pantai Air Manis. (JUFRI JAO/PADEK)
Permainan motor ATV di Pantai Air Manis. (JUFRI JAO/PADEK)

Bukan sekadar pantai, Pantai Air Manis menjadi tempat di mana rasa penasaran kerap mengalahkan sekadar keinginan berlibur. Kisah Malin Kundang pun menjadi daya tarik tersendiri, menghadirkan pelajaran tentang konsekuensi dari sikap durhaka kepada orang tua.

Laporan : Jufri Jao

Siang itu, pengunjung mulai berdatangan ke Pantai Air Manis.

Ada yang sekadar duduk menikmati angin dan indahnya alam lukisan Allah swt, ada pula yang langsung berjalan ke arah batu Malin Kundang yang yang tak pernah sepi dari perhatian.

Di Pantai Air Manis ini, cerita Malin Kundang tidak hanya didengar, tetapi juga “dihadirkan” melalui batu yang diyakini sebagai jelmaan tokoh dalam legenda tersebut.

Tidak hanya cerita dan batu Malin Kundangnya yang membuat pengunjung datang ke pantai yang terletak di tepi Samudra Hindia ini. Tapi juga lukisan alam dengan pasir pantai cokelat keputihan. Kalau cuaca cerah, Pulau Pisang terlihat hanya seperlemparan batu dari bibir pantai.

Saat air surut, pemandangan Pulau Pisang jadi lebih unik karena kita bisa melihat perubahan bentuk garis pantai secara langsung. Tapi, hati-hati terkadang airnya bisa naik setinggi betis.

Sebelum sampai di Pantai Air Manis, kita disuguhkan pemandangan  hutan tropis yang masih  perawan. Jika beruntung , pengunjung bisa bertemu dengan kera yang merupakan bagian dari ekosistem alami penjaga perbukitan di sekitaran Gunung Padang yang melegenda itu. Tidak hanya itu, di sepanjang perjalanan menuju Pantai Air Manis, kita mudah menemukan tempat makan, mulai dari warung sederhana hingga café dan restoran. Soal harga bervariasi, menyesuaikan dengan kantong pengunjung.

Bagi yang ingin berlama-lama menikmati suasana dan menyatu dengan alam, tersedia juga penginapan. Mulai penginapan yang berada dekat pantai, hingga menawarkan ketenangan di kawasan perbukitan dengan nuansa hutan tropis. Justru dengan menginap, kita tidak hanya berkunjung saja, tapi benar-benar merasakan keindahan alam terutama melihat sunset ketika siang perlahan pindah menjadi malam.

“Di sinilah kita merasakan betapa besarnya kekuasaan Sang Pencipta, Empunya alam semesta ini. Manusia hanyalah debu kecil yang tak berdaya di hadapan-Nya. 

 

Cece, 19, salah seorang pengunjung mengatakan cukup nyaman saat mengunjungi Pantai Air Manis. Ia mengaku baru pertama kali mengunjungi pantai ini. “ Ya, bapak- bapak yang menawarkan mobilan ATV  dan sepeda unik itu, semua ramah-ramah, tidak ada paksaan,” ujarnya.

Tarifnya Rp100.000  satu jam pemakaian. Kita bisa leluasa mengelilingi pantai sepuasnya. ”Kalau ada waktu, saya akan mengajak teman-teman ke sini lagi,”ujar gadis berkulit kuning langsat bermata sipit itu antusias.

Untuk menuju Pantai Air Manis, terdapat beberapa jalur yang bisa dipilih pengunjung. Melalui Teluk Bayur dan Jembatan Siti Nurbaya Kelurahan Pebayan Pengalangan. Jarak tempuh tidak lebih dari 30 menit perjalanan dari Kota Padang.

Manager Padang Sejahtera Mandiri (PSM) Allazi mengatakan, jalan masuk pantai Air Manis ini ada dua. Pintu masuk pertama dikelola PSM. “Itu semua pengunjung sudah diasuransikan, ada penjaga pantai yang memastikan semua pengunjung aman, dan jalan masuk ke dua dikelola masyarakat setempat,” jelasnya saat di wawancarai Padang Eskpres, Kamis (30/4).

Kita di sini, katanya, punya rambu-rambu laut. Tidak bisa sesukanya berenang. “Kalau ada bendera Merah bearti tidak boleh berenang karena ombak besar dan membahayakan pengunjung, bendera kuning hati-hati,” ujarnya serius.

Hanya saja, terkadang pengunjung ada juga yang nakal tidak memikirkan keselamatan jiwanya.

Untuk karcis masuk dewasa Rp10.500/orang. Kemudian untuk anak-anak Rp 5.500/orang. Sementara untuk tarif bus medium Rp 262 ribu/ bus dan bus long (besar) Rp3.88 ribu/ bus. Sementara untuk parkir bus Rp10.000, mobil Rp5.000 dan untuk motor Rp3.000.-

Ke depan katanya, akan dibangun wahana bermain anak-anak termasuk kolam renang. Untuk memanjakan pengunjung, akan ada rute dari bibir pantai menuju Pulau Pisang Besar. “ Rute ini sudah kami sepakati dengan memakai perahu masyarakat, termasuk biaya transportasi ke sana,” ujarnya.  

Jika manusia melukis dengan tangan, maka Allah SWT melukis dengan ciptaan-Nya. Dan Pantai Air Manis adalah salah satu karya terbesar yang tak akan pernah tertandingi.

 

Pantai Air Manis bukan hanya tentang keindahan alam dan legenda yang hidup di dalamnya.  Lebih dari itu, ia menjadi ruang pertemuan antara cerita masa lalu, pesona alam, dan pengalaman wisata yang terus berkembang. Di tengah ombak Samudra Hindia yang tak pernah berhenti, pantai ini tetap berdiri sebagai salah satu wajah kebanggaan Kota Padang. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
#atv #pariwisata #Pantai Air Manis Padang