Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pembenahan Layanan Dasar Jadi Prioritas

Weni Yuliani • Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:00 WIB
 Weni Yuliani, S.Si.,M.M
Weni Yuliani, S.Si.,M.M

Catatan :  Weni Yuliani, S.Si.,M.M - Pengurus AITTA Sumbar

Sumatera Barat memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang diakui sebagai salah satu potensi pariwisata terbaik di Indonesia. Namun, besarnya potensi tersebut dinilai belum sejalan dengan jumlah kunjungan maupun tingkat kunjungan ulang wisatawan. Karena itu, pembenahan layanan dasar dinilai harus menjadi prioritas agar promosi pariwisata mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.

Pandangan tersebut mengemuka dalam audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Alliance of the Indonesian Tour & Travel Agency (AITTA) Sumatera Barat dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Senin (13/7). Pertemuan itu tidak hanya membahas agenda promosi, tetapi juga menjadi momentum mengevaluasi berbagai persoalan yang masih menghambat daya saing pariwisata Ranah Minang.

Dalam audiensi tersebut, AITTA memaparkan tiga program strategis yang akan dilaksanakan pada 2026, yakni pengembangan destinasi wisata sejarah dan religi di Sungai Batang, pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di kawasan Danau Singkarak, serta penyelenggaraan AITTA Travel Mart 2026. Program-program ter­sebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisa­tawan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata.

Pengurus AITTA Sumbar, We­ni Yuliani, S.Si., M.M., menilai kolaborasi ini harus menjadi titik awal pembenahan sektor pariwisata secara menyeluruh, bukan hanya memperluas promosi destinasi. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara potensi wisata yang dimiliki Sumatera Ba­rat dengan pengalaman yang di­ra­sakan wisatawan saat berkunjung.

Salah satu persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian, kualitas pelayanan dan fasilitas pendukung pariwisata. Pembenahan tidak hanya dilakukan pada objek wisata, tetapi juga harus menyentuh layanan dasar yang menjadi kebutuhan wisa­tawan, seperti ketersediaan rest area yang nyaman, toilet yang bersih, pasokan air bersih, kualitas pelayanan hotel, serta standar penyajian kuliner.

Layanan dasar tersebut menjadi faktor penting  menentukan ke­puasan wisatawan. Tanpa peningkatan kualitas pelayanan, promosi yang dilakukan dikhawatirkan hanya mampu menarik wisa­tawan untuk datang sekali saja, tetapi belum cukup kuat menciptakan pengalaman yang mendorong mereka kem­bali berkunjung ke Sumatera Barat.

Selain itu, ia juga menilai Pemerintah Provinsi Sumatera Barat perlu menetapkan kalender event pariwisata tahunan yang tetap dan diumumkan lebih awal. Kepastian jadwal tersebut akan memudahkan pelaku usaha perjalanan wisata menyusun paket perjalanan sekaligus menyinkronkan kunjungan wisatawan dengan berbagai agenda budaya dan pariwisata yang diselenggarakan di daerah.

Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata juga diharapkan menghasilkan langkah konkret meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta standarisasi layanan dan akomodasi.

Dalam hal ini, AITTA menjadi mitra strategis pemerintah dengan menyampaikan berbagai masukan berdasarkan pengalaman pelaku industri dan kebutuhan wisa­ta­wan di lapangan.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan angka kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu membangun citra positif pariwisata Sumatera Barat melalui pelayanan yang berkualitas. Dengan demikian, wisatawan tidak sekadar datang menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga memperoleh pengalaman yang berkesan sehingga memiliki alasan untuk kembali ber­kunjung. (*)

Editor : Adriyanto Syafril
wisata sumbar Palanta Wisata