Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rp1,5 Miliar Untuk Museum KRI Teluk Ratai

Novitri Selvia • Rabu, 5 Januari 2022 | 15:22 WIB
Photo
Photo
Persiapan pembangunan Museum Kapal Perang di Kota Pariaman mulai dilakukan. Tahun 2022 ini, Dinas PU Kota Pariaman mulai melaksanakan pembuatan pelataran tempat Kapal Perang KRI Teluk Ratai yang berlokasi di Pasir Pauh Pariaman.

“Insya Allah tahun ini untuk anggaran pembangunan pelataran penempatan eks Kapal Perang KRI Teluk Ratai mulai dilaksanakan. Dengan anggaran kurang lebih mencapai Rp 1,5 miliar,” ujar Kepala Dinas PU Kota Pariaman Asrizal kepada Padang Ekspres di ruang kerjanya kemarin.

Lebar pelataran mencapai 12 meter dengan panjang kurang lebih 80 hingga 100 meter. Asrizal menyebut jika pelaksanaan tender sudah dilakukan Februari maka pengerjaan pelataran akan dimulai April 2022 ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Pariaman berencana membuat museum bahari di Kota Pariaman. Ini tak lepas sejarah Kota Pariaman yang pernah menjadi sejarah bagi perjuangan ALRI di masa lalu.

KSAL pun telah menghibahkan KRI Teluk Ratai ke Pemerintah Kota Pariaman.
Kapal Perang Republik Indonesia Teluk Ratai 509, merupakan kapal perang yang telah dipensiunkan pada tahun 2019 lalu.

Kapal perang ini adalah bekas kapal perang milik Amerika Serikat, bernama Inagua Shipper-678, dengan jenis Kapal Perang Landing Ship Tank (LST), yang menjadi saksi sejarah pada masa Perang Dunia II.

KRI Teluk Ratai memiliki panjang 100 meter dan lebar 15,5 meter, mempunyai berat 1.445 Ton dan menggunakan material Plat Besi Baja, dengan rampa depan mempunyai kemampuan mendarat langsung di pantai.

Asrizal menyebut nantinya secara bertahap akan dilakukan fasilitas kelengkapan infrastruktur pendukung Museum Bahari di Kota Pariaman.

Sementara itu pembangunan jalan Water Front City yang dibuka secara swadaya tanpa anggaran akhir tahun lalu, tahun ini direncanakan dilakukan pemadatan badan jalan dengan kerikil.

Pengkrekelan ini dilakukan agar jalan padat setelah itu baru dilakukan pengaspalan jalan. Sedangkan untuk jalan lingkar timur dilakukan peningkatan pelebaran jalan dari empat meter menjadi enam meter.

“Posisi tepatnya pelebaran jalan dari Tungkal Utara menuju Sikapak Barat. Dengan pelebaran ini diharapkan memudahkan warga mengangkut hasil pertaniannya,”ujarnya. (nia) Editor : Novitri Selvia
#Dinas PU Kota Pariaman #Museum KRI Teluk Ratai #LST