Selain aset yang terus merangkak naik, sejumlah beban biaya termasuk beban bunga pun berhasil dipangkas. Growt realisasi Kredit tumbuh jauh melampaui pertumbuhan dana. Tak sampai di situ, kualitas aktivanya juga kian membaik seiring menurunnya ratio kredit bermasalah dan menyusut tajamnya ratio biaya.
“Alhamdulillah berkat kerja keras team work, kita di BPR JKT-PRM tahun 2021 ini masih mampu mempertahankan pertumbuhan usaha dan berhasil meningkatkan kualitas aktiva. Hingga 31 Desember 2021 tercatat total aset sebesar Rp 51,90 Miliar, realisasi Kredit sebanyak Rp 46,40 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 30,11 Miliar. Sementara itu dari kualitas aktiva PT BPR JKT PRM juga tak kalah lebih baik. Buktinya rasio NPL turun menjadi 1,74 persen, ratio BOPO turun menjadi 82,88 persen, ratio Return on Asset (RoA) naik menjadi 2,94 kali. Akumulasi dari kinerja yang bagus secara kuantitas usaha dan kualitas usaha inilah berdampak positif pada laba. Laba bersih usaha tercapai di angka Rp 1,26 Miliar atau tumbuh secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPR JKT-PRM, Mardiswar.
Menurut Mardiswar, beratnya ekonomi tahun 2021 memang sudah diperkirakan dari awal tahun. Mensiasati ini manajemen memberlakukan skala prioritas demi menjaga trend pertumbuhan usaha dan laba. Satu diantara langkah strategis yang kita ambil adalah melakukan ekspansi kredit sambil terus meningkatkan kualitas kredit. Walau terbilang berat namun berhasil dicapai dengan baik.
Aset, Dana dan Biaya
Dari Audit yang dilakukan akuntan publik per 31 Desember 2021 total asset tercatat sebanyak Rp 51,90 Miliar. Realisasi asset ini melampaui target yang ditetapkan. Selain melampaui target, realisasi asset ini juga bertumbuh secara year on year sebesar 6,51 persen.
Sesuai dengan fungsinya sebagai lembaga intermediasi, PT BPR JKT-PRM ditahun buku 2021 sama sama menghasilkan pertumbuhan. Baik dalam menghimpun dana masyarakat maupun dalam mendistribusikan kembali berbentuk kredit.
Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun hingga 31 Desember 2021 tercatat sebanyak Rp 30,11 Miliar. Dana Pihak Ketiga ini dikontribusi oleh dana tabungan sebesar Rp 13,5 Miliar dan dana deposito sebanyak Rp 16,61 Miliar.
Bagaimana dengan beban bunga? Ini juga sangat menarik. Walau dana bertumbuh konstan, sebaliknya beban bunga justru mampu diturunkan. Total beban bunga kontraktual yang musti dibayarkan sepanjang tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 2,54 Miliar. Realisasi beban bunga ini menurun dibandingkan beban bunga tahun 2020 dengan realisasi Rp 2,74 Miliar atau menurun sebesar 7,30 persen secara year on year.
Kredit dan Pendapatan
Kinerja Kredit di PT BPR JKT-PRM pada tahun buku 2021 ini sangat menarik sekali. Selain bertumbuh hampir double digit, growt kredit juga jauh melampaui pertumbuhan dana. Selain itu, pertumbuhan kredit BPR JKT-PRM ini juga jauh berada diatas rata rata pertumbuhan kredit secara nasional.
Sampai akhir tahun 2021 total kredit yang berhasil disalurkan sebanyak Rp 46,4 Miliar. Realisasi kredit ini juga melampaui target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank. Selain memlampaui target, realisasi kredit ini bertumbuh 9,13 persen secara year on year.
Sukses dalam melakukan ekspansi kredit tentulah berbuah manis terhadap pendapatan. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 8,94 Miliar sedangkan pendapatannya tercatat sebanyak Rp 85 juta. “Alhamdulilah total pendapat kita ditahun 2021 tercapai sebesar Rp 9,03 Miliar atau tumbuh dibandingkan total pendapatan tahun sebelumnya”, ujar Mardiswar.
NPL, BOPO dan Laba
Selain total asset yang terus merangkak naik hingga mencapai Rp 51,9 Miliar, PT BPR JKT-PRM ditahun 2021 juga berhasil mempercantik kualitas aktivanya. Tiga indicator utama yang menjadi rujukan bagi otoritas jasa keuangan berhasil dicapai dengan baik.
Sebut saja dari sisi kualitas kredit. Hingga 31 Desember 2021 ratio Non Performance Loan tercapai 1,74 Persen. Artinya, dari Rp 46,4 Miliar kredit yang salurkan sebesar 98,26 persen berada dalam status sehat dan lancar.
Begitu juga dari indicator maksimalisasi asset. Ratio Return on Asset tercapai diangka 2,94 kali. Selain terbilang bagus, indicator RoA ini juga menunjukan manajemen mampu memaksimalkan asset yang ada dengan baik dan produktif.
Hal yang sama juga terlihat pada ratio biaya. Hingga akhir tahun 2021 tercatat ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Oprasional sebesar 82,88 persen. Capaian ratio BOPO ini merupakan capaian terbaik yang pernah dibukukan BPR JKT-PRM semenjak lima tahun terakhir.
“Asset yang bertumbuh, kredit yang meningkat, pendapatan bunga yang merangkak naik dan diperkuat NPL dan BOPO yang kian mengecil membuat kinerja laba menjadi terdongkak naik. Alhamdulillah laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 1,88 Miliar ditahun 2020 naik menjadi Rp 1,26 Miliar ditahun 2021”, ungkap Mardiswar.
PT BPR JKT-PRM merupakan salah satu BPR yang berkinerja sangat bagus di Sumatera Barat. BPR yang beroperasional di Kota Pariaman dan Kota Padang ini selain konsisten meghasilkan lompatan usaha juga sering menjadi role model bagi BPR lainnya di Sumbar.
Buah dari kinerja yang sangat bagus ini membuat PT BPR JKT-PRM mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Buktinya BPR JKT-PRM merupakan salah satu BPR yang berhasil meraih Golden Award Infobank. Apresiasi ini tak terlepas dari berhasilnya BPR JKT-PRM berkinerja sangat bagus selama lima tahun secara berturut turut. Selain Golden Award Infobank, BPR JKT-PRM juga berhasil meraih BPR/S Award dari Harian Pagi Padang Ekspres pada tahun 2021 yang lalu.
“Alhamdulilah tahun 2021 sudah berhasil kita lewati dengan baik. Pertumbuhan dan trend positif mampu kita pertahankan. Semoga saja ditahun 2022 ini PT BPR JKT-PRM bisa jauh lebih baik lagi”, tukuk Mardiswar. (two) Editor : Hendra Efison