Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemko Pariaman Tinjau Kerusakan Sawah Akibat Banjir, Petani Minta Penanganan Cepat

Hendra Efison • Sabtu, 29 November 2025 | 09:40 WIB

Banjir rendam 1200 ha sawah di Pariaman dan rusak infrastruktur. Pemko pastikan bantuan pangan dan pendataan kerugian terus diperbarui, Sabtu (29/11/2025).
Banjir rendam 1200 ha sawah di Pariaman dan rusak infrastruktur. Pemko pastikan bantuan pangan dan pendataan kerugian terus diperbarui, Sabtu (29/11/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Pariaman mengakibatkan sekitar 1.200 hektare sawah terendam dan memicu kerusakan infrastruktur.

Kondisi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, yang didampingi Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, usai meninjau area persawahan terdampak pada Jumat (28/11).

“Data awal berdasarkan kunjungan ke lapangan sekitar 1200 hektare sawah masyarakat terdampak. Sawah yang rusak terlihat di Desa Durian Gadang Tungka Selatan, Pakotan, Sikapak Barat, Sawah Ulu, dan lainnya. Jumlah ini diperkirakan lebih banyak dan kami masih melakukan pendataan,” ujar Mulyadi.

Selain kerusakan lahan, banjir juga menyebabkan putusnya sejumlah jalan penyangga, di antaranya di Padusunan, Cubadak Aia, Nareh Hilia, serta beberapa titik lain. Pemko Pariaman juga memperbarui data warga terdampak.

“Awalnya dilaporkan sekitar 1200 warga terdampak. Setelah pengecekan langsung, jumlahnya jauh lebih banyak dan kemungkinan terus bertambah seiring pendataan. Data warga dan total kerugian akan terus kami perbarui,” katanya.

Di tengah proses pendataan, pemerintah memastikan kebutuhan pangan bagi warga terpenuhi. Pasokan makanan tiga kali sehari disiapkan melalui dapur umum dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 bungkus per hari.

“Makanan ini didistribusikan langsung ke warga terdampak. Beberapa masjid masih digunakan untuk pengungsian karena rumah warga masih tergenang,” jelas Mulyadi.

Pemeriksaan kesehatan bagi pengungsi juga dilakukan. Sejumlah anak dan lansia dilaporkan mengalami demam, namun telah ditangani oleh tim medis.

Selain itu, Pemko Pariaman mengevakuasi dua keluarga di Kampung Apa setelah rumah mereka mulai tergerus aliran sungai. Warga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan dipastikan berlanjut hingga seluruh wilayah terdampak terakomodasi.(*)

Editor : Hendra Efison
#warga terdampak #sawah terendam banjir #Banjir Pariaman #kerusakan infrastruktur