Penyaluran berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota pada Rabu, 10 Desember 2025.
Bantuan diberikan kepada 200 penerima yang berasal dari empat kecamatan yang sebelumnya belum mendapatkan dukungan serupa.
Masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram beras. Pemerintah Kota Pariaman menegaskan bahwa distribusi dilakukan berdasarkan pendataan lapangan untuk memastikan seluruh bantuan tepat sasaran.
Yota Balad menyampaikan bahwa permohonan bantuan kepada Bapanas diajukan segera setelah bencana melanda wilayah tersebut.
Respons cepat dari Bapanas memungkinkan pemerintah daerah mempercepat proses pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga terdampak.
Menurut Yota, bantuan beras ini merupakan kebutuhan mendesak masyarakat yang sedang memulihkan diri dari dampak banjir dan longsor.
Ia memastikan pemerintah daerah terus memonitor ketersediaan bantuan serta mengevaluasi kebutuhan lanjutan di seluruh kecamatan terdampak.
Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Pariaman dalam memastikan tidak ada warga yang mengalami kekurangan pangan pascabencana.
Pemko Pariaman juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengoptimalkan distribusi bantuan dan meminimalkan kendala logistik di lapangan.
Hingga saat ini, proses pendataan tambahan di beberapa wilayah masih berlangsung untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan.(*)