Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Pariaman dan melibatkan masyarakat Kelurahan Pasir, Lohong, dan Karan Aur sebagai wilayah terdampak banjir.
Dalam rapat itu, Dinas PUPR menyampaikan rencana pembangunan drainase jalan dengan lebar 1,5 meter di sisi kanan jalan dari arah Karan Aur menuju Pantai Gondoriah.
Panjang penanganan drainase direncanakan mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Mewakili Wali Kota Pariaman, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar menyatakan sosialisasi dilakukan sebelum pelaksanaan fisik pembangunan dimulai.
Menurutnya, di sepanjang ruas jalan tersebut terdapat bangunan dan aktivitas masyarakat yang berpotensi terdampak selama proses pembangunan.
“Sosialisasi perlu dilakukan kepada Kerapatan Adat Nagari, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Ninik Mamak, Cadiak Pandai, serta masyarakat setempat,” kata Afrizal Azhar kepada Tim Peliput Media Center Kota Pariaman.
Dari sisi anggaran, Afrizal menjelaskan bahwa estimasi biaya pembangunan drainase mencapai sekitar Rp2 miliar.
Pendanaan tersebut bersumber dari Dana Bantuan Presiden (Banpres).
Saat ini, pemerintah daerah masih berada pada tahap koordinasi, sosialisasi, dan perencanaan teknis.
Pelaksanaan fisik pembangunan drainase diperkirakan dimulai setelah Lebaran 2026, setelah seluruh tahapan perencanaan dan sosialisasi rampung.
Pemerintah Kota Pariaman berharap pembangunan drainase ini dapat mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di tiga kelurahan tersebut.
Afrizal juga mengharapkan dukungan masyarakat agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan tujuan penanganan banjir dapat tercapai.(*)
Editor : Hendra Efison