PARIAMAN SELATAN—Petani yang tergabung dalam BUMDes Sejahtera Mandiri Desa Toboh Palabah menggelar panen raya di area persawahan Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pariaman Yota Balad yang menegaskan pentingnya sektor tanaman pangan, khususnya komoditas padi, dalam mendukung program kemandirian melalui swasembada pangan.
Ia menyebut hasil panen padi di wilayah tersebut mencapai 5 hingga 7 ton per hektare, yang dinilai berperan dalam menjaga ketahanan pangan di Kota Pariaman.
Baca Juga: Pertamina Gelar Pasar Murah di Teluk Kabung, 1.000 Paket Sembako Dijual Rp30 Ribu
Menurutnya, pemerintah daerah mendorong desa lain untuk mengembangkan kegiatan produktif serupa, tidak hanya di sektor padi, tetapi juga di bidang peternakan.
Dalam kesempatan itu, Yota Balad juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta Anggota DPR RI atas berfungsinya kembali irigasi Anai II.
Ia menjelaskan bahwa irigasi tersebut telah kembali mengalir sejak Januari 2026 setelah sebelumnya mengalami kendala, sehingga dalam waktu tiga bulan sawah di Desa Toboh Palabah kembali bisa dipanen.
Menurutnya, keberadaan irigasi Anai II sangat membantu petani dalam mengairi sawah, yang sebelumnya mengalami keterbatasan air selama sekitar satu tahun.
Baca Juga: Program MAMAKU SIGAP Pertamina Dorong Kemandirian Warga Kutawaru dan Kelola 7,6 Ton Sampah per Tahun
Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengusulkan bantuan kepada Kementerian Pertanian dan mendapatkan respons berupa bantuan pompa serta rencana dukungan empat unit drone untuk Kota Pariaman.
Drone tersebut direncanakan digunakan untuk penyemprotan pestisida, herbisida, dan pupuk cair secara lebih presisi dan merata, termasuk di area yang sulit dijangkau oleh petani secara langsung.
Ketua BUMDes Sejahtera Mandiri Desa Toboh Palabah, Ardianto, menyampaikan bahwa berfungsinya kembali irigasi Anai II menjadi faktor penting yang memungkinkan petani kembali menanam padi setelah sebelumnya terkendala air.
Baca Juga: Pemkab Dharmasraya Bangun MCK Sekolah, Dukung Lingkungan Belajar Sehat
Ia menjelaskan lahan yang dipanen memiliki luas sekitar dua hektare dengan total produksi mencapai 10 hingga 14 ton menggunakan varietas padi sokan.
Menurutnya, saat ini kegiatan BUMDes masih berfokus pada tanaman padi, namun ke depan direncanakan akan dikembangkan dengan menambah komoditas lain seperti jagung.
Panen raya ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian di wilayah tersebut, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produksi padi yang berkelanjutan. (*)
Editor : Hendra Efison