PADEK.JAWAPOS.COM — Rumah contoh Hunian Tetap (Huntap) Mandiri bagi korban bencana hidrometeorologi di Kota Pariaman mulai dibangun, Jumat (1/5/2026). Pembangunan ditandai peletakan batu pertama di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara.
Peletakan batu pertama dilakukan Sekretaris Utama BNPB, Rustian, didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi. Huntap tipe 36 ini menjadi unit perdana dalam program pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Rustian menyebut pembangunan Huntap mengusung konsep multi-helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan menyeluruh.
Baca Juga: Pariaman Lantik 52 ASN, 3 Pejabat Eselon II Berganti untuk Perkuat Kinerja
“Pemerintah tidak bekerja sendiri. Penanganan bencana adalah urusan bersama. Pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh siklus pemulihan selesai,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penggunaan teknologi rumah berbahan Sepablock (Semen Padang Bata Interlock) yang diklaim lebih aman dan nyaman.
Kota Pariaman disebut sebagai daerah pertama di Sumatera Barat yang menerapkan model hunian tersebut sebagai percontohan.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyatakan pembangunan Huntap menjadi simbol berakhirnya masa darurat dan dimulainya fase pemulihan masyarakat terdampak.
Baca Juga: BMKG: Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Perairan Sumbar Awal Mei 2026
“Ini momen penuh harapan. Pemerintah berkomitmen mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi agar masyarakat bisa kembali hidup lebih layak dan aman,” katanya.
Program Huntap Mandiri ini turut didukung material Sepablock dari Semen Padang. Saat ini baru satu unit dibangun, namun pemerintah membuka peluang bagi warga lain, khususnya di sepanjang aliran Sungai Batang Mangor, untuk mengajukan bantuan serupa.
Masyarakat yang merasa rumahnya terancam pascabencana dapat mengusulkan diri melalui BPBD setempat dengan syarat menyediakan lahan pembangunan.
Baca Juga: Sumbar Rehabilitasi 50,8 Persen Lahan, Kemendagri Dorong Pessel–Pariaman
Kondisi ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan kawasan rawan bencana di Pariaman, sekaligus mendorong model hunian tahan bencana yang berkelanjutan di Sumbar.
Pemerintah Kota Pariaman bersama BNPB akan mengevaluasi pelaksanaan Huntap Mandiri sebelum memperluas pembangunan ke penerima lain yang memenuhi syarat.(*)
Editor : Hendra Efison