Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Revitalisasi 28 Sekolah Pariaman Hampir Rampung, Kemendikdasmen Pastikan Siap Dipakai Tahun Ajaran Baru

ZikriNiati ZN • Jumat, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima kunjungan Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang meninjau progres revitalisasi 28 sekolah terdampak bencana di Kota Pariaman, Jumat (12/6/2026).
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima kunjungan Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang meninjau progres revitalisasi 28 sekolah terdampak bencana di Kota Pariaman, Jumat (12/6/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM– Revitalisasi sekolah Pariaman yang mencakup 28 sekolah dasar terdampak bencana memasuki tahap akhir. Tim Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan seluruh sekolah penerima bantuan revitalisasi di Kota Pariaman siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Kepastian tersebut disampaikan saat Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang dipimpin Wahyu Pramusinto melakukan peninjauan langsung ke sejumlah sekolah penerima bantuan revitalisasi, Jumat (12/6/2026). Sebelum turun ke lapangan, rombongan terlebih dahulu bertemu dengan Wali Kota Pariaman Yota Balad di Lapangan Tenis GOR St. Rajo Bujang.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan yang dibiayai melalui APBN 2026 berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas pekerjaan maupun jadwal penyelesaian.

Revitalisasi Sekolah Pariaman Jadi Prioritas Pascabencana

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pembangunan kembali sekolah terdampak bencana merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah.

Menurutnya, revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

“Revitalisasi terhadap 28 sekolah di Kota Pariaman bukan sekadar perbaikan fisik bangunan. Bagi kami, ini adalah investasi strategis untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan,” kata Yota Balad.

Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang memberikan bantuan bagi sekolah-sekolah terdampak bencana di Kota Pariaman. Dukungan tersebut dinilai sangat penting untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan.

Yota menegaskan Pemerintah Kota Pariaman akan terus mengawal pelaksanaan pembangunan hingga seluruh pekerjaan selesai tepat waktu dan sesuai standar yang ditetapkan.

“Kami berkomitmen memastikan revitalisasi ini selesai tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik,” ujarnya.

Kemendikdasmen Sebut Sebagian Sekolah Masuk Tahap Finishing

Staf Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Wahyu Pramusinto, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan progres pembangunan berjalan positif di seluruh sekolah penerima bantuan.

Menurutnya, beberapa sekolah bahkan sudah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing sehingga siap digunakan dalam waktu dekat.

“Hari ini kita melihat langsung sejauh mana progres pembangunan revitalisasi 28 sekolah di Kota Pariaman. Alhamdulillah seluruh progresnya sudah bagus, bahkan ada yang tinggal finishing,” ujar Wahyu.

Ia memastikan seluruh sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi dapat digunakan saat tahun ajaran baru dimulai. Besaran bantuan yang diterima masing-masing sekolah berbeda, menyesuaikan tingkat kerusakan yang dilaporkan sebelumnya.

Program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Pariaman Masih Butuh Bantuan untuk 20 Sekolah Lainnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan peninjauan tim Kemendikdasmen berlangsung selama dua hari, yakni 12 hingga 13 Juni 2026.

Ia menjelaskan Kota Pariaman sebelumnya mengusulkan revitalisasi terhadap 48 sekolah yang terdampak bencana. Namun, pada tahun anggaran 2026 pemerintah pusat baru menyetujui 28 sekolah untuk mendapatkan bantuan.

“Program ini memang diprioritaskan untuk daerah yang terkena bencana hidrometeorologi. Kota Pariaman menjadi salah satu daerah yang terdampak sehingga mendapatkan bantuan revitalisasi sekolah,” kata Hertati.

Menurutnya, pemerintah daerah masih berharap dukungan lanjutan dari pemerintah pusat agar 20 sekolah lainnya yang belum mendapatkan bantuan dapat segera diperbaiki.

Jika seluruh sekolah terdampak berhasil direhabilitasi, kualitas sarana pendidikan di Kota Pariaman diyakini akan meningkat signifikan. Selain mendukung kenyamanan belajar siswa, keberadaan fasilitas pendidikan yang layak juga menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan daerah secara berkelanjutan.(*)

Editor : Hendra Efison
#revitalisasi sekolah Pariaman #sekolah terdampak bencana #Yota Balad #Pendidikan Pariaman #kemendikdasmen