PADEK.JAWAPOS.COM– Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) IX Tingkat Kecamatan Pariaman Utara Tahun 2026 resmi dimulai dengan melibatkan 209 qori dan qoriah dari 17 desa. Ajang syiar Islam yang berlangsung selama tiga hari itu dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di halaman Kantor Camat Pariaman Utara, Jumat (10/7/2026).
Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga bagian dari upaya Pemerintah Kota Pariaman mencetak generasi muda yang beriman, berakhlak, dan mencintai Al-Qur'an.
Ia mengatakan penyelenggaraan MTQ sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Pariaman untuk mewujudkan Kota RISALAH, yakni kota yang masyarakatnya beriman, saleh, dan berakhlak.
"Dengan komitmen kami sebagai Wali Kota bersama Wakil Wali Kota serta dukungan DPRD Kota Pariaman, insyaallah kita bisa menciptakan Kota Pariaman menjadi Kota RISALAH," ujar Yota Balad.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ diharapkan mampu membumikan syiar Islam di tengah masyarakat sekaligus melahirkan generasi penerus yang memiliki pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Qur'an.
Yota menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter dan akhlak generasi muda.
"Kita sama-sama mengetahui, walaupun anak kita pintar dan hebat tetapi tidak adanya akhlak, itu tidak akan membawa ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu, melalui kegiatan keagamaan ini diharapkan lahir generasi yang semangat mempelajari Al-Qur'an serta melahirkan hafidz dan hafidzah di Kota Pariaman," katanya.
Lima Cabang Lomba Dipertandingkan
Wali Kota juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kemampuan, bukan sekadar mengejar kemenangan.
Ia berpesan kepada peserta yang berhasil meraih juara agar tidak cepat berpuas diri, sedangkan peserta yang belum berhasil diminta tetap bersemangat karena kesempatan untuk berprestasi masih terbuka pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.
Sementara itu, Camat Pariaman Utara, Dedi Masmudi, mengatakan MTQ memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi tilawah Al-Qur'an.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan media pembinaan karakter masyarakat agar semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur'an sekaligus memperkuat syiar Islam di lingkungan masyarakat.
"MTQ bukan hanya perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga sarana membangun karakter masyarakat yang Qurani," ujarnya.
Berlangsung Selama Tiga Hari
Dedi menjelaskan MTQ IX Tingkat Kecamatan Pariaman Utara berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026.
Sebanyak 209 qori dan qoriah yang berasal dari 17 desa mengikuti perlombaan pada lima cabang, yaitu Tilawah, Tartil, Tahfidz, Musabaqah Syarhil Qur'an (MSQ), dan Khotbah Jumat.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sekaligus menjadi momentum memperkuat pembinaan keagamaan di Kecamatan Pariaman Utara.(*)
Editor : Hendra Efison