PADEK.JAWAPOS.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) menunjuk Kota Pariaman, Sumatera Barat, sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program Trauma Healing pascabencana melalui bidang seni rupa dan seni pertunjukan.
Program tersebut menyasar anak-anak yang terdampak bencana yang melanda Pulau Sumatera pada akhir 2025 dan akan dilaksanakan dalam dua tahapan pada Agustus 2026.
Hal itu mengemuka saat Wali Kota Pariaman Yota Balad, didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi, menerima kunjungan tim Kementerian Ekonomi Kreatif yang dipimpin Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Yomi Arizal di ruang kerja Wali Kota, Balaikota Pariaman, Rabu sore (29/7/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan kegiatan melukis bersama yang akan melibatkan asosiasi seni serta anak-anak terdampak bencana sebagai bagian dari upaya pemulihan psikososial melalui pendekatan seni.
Yota Balad menyambut baik program tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah mempercayakan Kota Pariaman sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan.
"Melalui kegiatan Trauma Healing tersebut nantinya, menegaskan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan ruang kreatif bagi anak-anak terdampak bencana, sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pariaman," ujar Yota Balad.
Pemerintah Kota Pariaman, kata dia, berkomitmen memberikan dukungan penuh melalui sinergi lintas perangkat daerah agar seluruh rangkaian Bootcamp dan Showcase dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Yota berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada program trauma healing. Ia juga menginginkan Kota Pariaman dapat menjadi lokasi berbagai program ekonomi kreatif lainnya guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan Digelar dalam Dua Tahapan pada Agustus 2026
Sementara itu, Yomi Arizal menjelaskan program trauma healing pascabencana hanya dilaksanakan di dua daerah, yakni Kabupaten Aceh Tamiang di Provinsi Aceh dan Kota Pariaman di Provinsi Sumatera Barat.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memberikan dukungan psikososial melalui pendekatan seni sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan setelah mengalami dampak bencana.
"Kegiatan melukis yang akan kita adakan nanti diharapkan bisa menghilangkan rasa trauma bagi anak-anak yang tempat tinggalnya terdampak bencana. Kami harap mereka bisa mengekspresikan perasaan mereka sehingga trauma yang dialami dapat berkurang, karena kami ingin anak-anak bisa selalu sehat dan ceria," tutur Yomi.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program direncanakan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama berupa Bootcamp pada minggu kedua Agustus 2026 sebagai wadah pembinaan, pelatihan, dan penguatan kapasitas peserta.
Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan dengan Showcase pada minggu keempat Agustus 2026 untuk menampilkan hasil karya dan kreativitas peserta kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Analis Kebijakan Ahli Pertama Hanalisa Sarahtasya, Penata Layanan Operasional Agung Riadiantoro, Deborah Irianti, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Atina Hasanah Sarjono, serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher beserta jajaran.(*)
Editor : Hendra Efison