PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak 16 santri terbaik Kota Pariaman dikirim untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026 di Kota Padang.
Para santri tersebut merupakan hasil seleksi dan telah menjalani pemusatan latihan atau Training Center (TC) secara intensif sebelum diberangkatkan. Mereka dilepas Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Selasa (1/9).
Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC-FKDT) Kota Pariaman Nasril mengatakan, 16 peserta yang dikirim merupakan santri pilihan yang akan mewakili Kota Pariaman dalam ajang dua tahunan tersebut.
“Untuk tahun ini, Kota Pariaman mengutus 16 peserta terbaik yang akan bertanding di 8 cabang dengan 14 nomor kejuaraan,” kata Nasril.
PORSADIN VII Tingkat Sumatera Barat 2026 dijadwalkan berlangsung di Kota Padang pada 4 September mendatang, dengan mimbar utama berada di Masjid Nurul Imam, Padang.
16 Santri Ikuti 8 Cabang
Nasril menjelaskan, kontingen Pariaman akan mengikuti tujuh cabang keagamaan dan satu cabang olahraga, yakni bulu tangkis.
Cabang yang diikuti meliputi Tilawah Anak-anak Putra dan Putri, Tahfiz Juz ‘Amma Putra dan Putri, Pidato Bahasa Indonesia Putra dan Putri, Puisi Islami Putra dan Putri, Shalawat Putra dan Putri, Badminton Putra dan Putri, Cerdas Cermat (tim), serta Adzan.
Menurut Nasril, sebelum diberangkatkan, para peserta telah melalui proses seleksi dan mengikuti TC secara intensif di MDTA Masjid Raya Badano.
Persiapan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapan peserta menghadapi persaingan di tingkat provinsi sekaligus memastikan mereka mampu tampil maksimal dalam cabang yang diikuti.
Wali Kota Tekankan Adab dan Nama Baik Pariaman
Wali Kota Pariaman Yota Balad berpesan kepada para santri agar tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjaga sikap selama mengikuti PORSADIN.
Menurutnya, 16 santri tersebut membawa nama Kota Pariaman sehingga harus mampu menunjukkan karakter, adab, etika, dan sopan santun.
“Prestasi tidak hanya diukur dengan medali, tetapi lebih utama dicerminkan melalui adab, etika, dan sopan santun. Tumbuhkan rasa percaya diri, tetapi jangan pernah sombong,” ujar Yota.
Yota juga meminta para pendamping memperhatikan kondisi dan kesehatan peserta selama mengikuti kejuaraan. Ia menilai hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan karena keberanian mewakili daerah juga merupakan sebuah prestasi.
“Kalah atau menang dalam pertandingan adalah hal biasa, namun bagi kami kalian semua sudah menjadi juara di hati. Yang terpenting adalah jaga semangat dan selalu optimis,” katanya.
Selain memberikan motivasi kepada peserta, Yota berharap PORSADIN dapat diselenggarakan secara rutin di tingkat Kota Pariaman. Ia juga menyatakan kesiapan Pariaman menjadi tuan rumah ajang tersebut pada masa mendatang.
PORSADIN sendiri merupakan agenda rutin yang digelar dua tahun sekali. Pada edisi sebelumnya, PORSADIN 2024 dilaksanakan di Kabupaten Pesisir Selatan.(*)
Editor : Hendra Efison