Dalam kesempatan yang dihadiri wali kota dan wakil wali kota ini, Nevi membantu mencarikan solusi peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan bagi wisatawan sehingga muncul persepsi sangat baik pada Sumatera Barat dari seluruh masyarakat dalam maupun luar negeri.
Nevi menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 belum juga usai. Berbagai negara menerapkan kebijakan lockdown untuk mengurangi dampak penyebaran virus. Selain berdampak terjadinya krisis kesehatan global, upaya supresi dan mitigasi pandemi juga menimbulkan disrupsi yang kuat pada tatanan perdagangan internasional.
"Apalagi dengan munculnya jenis mutasi varian virus baru yang sangat ganas dan mudah menyebar sehingga Indonesia sangat perlu memberlakukan PPKM Darurat dengan berbagai pengetatan kegiatan masyarakat dan dunia usaha," tutur Nevi.
Menyikapi kondisi pandemi yang tak berujung ini, lanjut Nevi, perlu mempersiapkan banyak hal. Pada suatu ketika pandemi berakhir, hal-hal yang perlu disiapkan untuk kebutuhan pariwisata telah siap sedia.
Nevi meyakini, kewirausahaan yang termasuk dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, serta dapat berperan dalam pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional.
Pengembangan homestay yang dikelola UMKM, kata Nevi, akan menjadi sebuah solusi penguatan ekonomi rakyat kecil secara merata dalam jangka pendek di masa pandemi, dan jangka panjang ketika pandemi berakhir.
Bila itu dilakukan merata pada daerah-daerah yang berpotensi pada pengembangan wisata, UMKM akan menjalankan perannya sebagai salah satu pilar utama ekonomi nasional yang berkontribusi sekitar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. Pada 2018, UMKM tercatat sebanyak 64,2 juta unit dan tentu akan semakin bertambah.
Banyak ditemukan, katanya saat ini UMKM memiliki tingkat ketahanan tinggi ketika menghadapi krisis, dibandingkan usaha besar. Hal ini salah satunya karena mereka bergabung dengan komunitas wirausahawan.
UMKM tak hanya sebatas meningkatkan pengetahuan, tapi saling menguatkan, membantu dalam memenuhi bahan produksi, termasuk mempromosikan usaha.
Kerja sama usaha ini dapat meningkatkan efisiensi, berbagi beban kerja dan bahkan mendapatkan ide-ide baru.
"Ketika semua melakukan social distancing, stay at home, go online, dari semua itu kita dapat temukan peluang di dalamnya, sesungguhnya bersama kesulitan terdapat kemudahan," jelas suami dari mantan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ini.
Diharapkannya saat beradaptasi dalam menjalankan usaha tetap menerapkan protokol kesehatan, bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan bisa bangkit dan menyelamatkan jutaan lapangan kerja.
"Harapannya saat penyebaran covid-19 terkendali dan pandemi teratasi, kinerja perekonomian Indonesia semakin membaik bahkan terus meningkat," tukas Nevi.(rel) Editor : padek