Untuk mendongkrak pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Pariwisata terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota beserta unsur-unsur Pentahelix.
Yakni melibatkan perguruan tinggi/ akademisi, pelaku pariwisata, masyarakat, media dan perbankan bersama-sama melakukan berbagai upaya percepatan pembangunan dan pengembangan pariwisata serta menyukseskan Tahun Kunjungan Wisata atau Visit Beautiful West Sumatera Tahun 2023.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen memfasilitasi peningkatan kualitas destinasi wisata yang memenuhi aspek 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) dan 2P (pemasaran dan pertumbuhan ekonomi wilayah).
"Pemerintah Provinsi memberikan motivasi melalui berbagai apresiasi bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dan pelaku pariwisata yang mampu menunjukkan hasil yang signifikan dalam pengembangan kepariwisataan daerah. Apalagi pariwisata merupakan sektor andalan di Sumbar," ujar Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.
Salah satu yang dilakukan adalah memberikan penghargaan lewat Peduli Wisata Award 2022 sebagai apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang mampu menunjukkan hasil yang signifikan dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan daerahnya serta apresiasi kepada pelaku pariwisata yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata.
Aspek penilaian meliputi, yakni tata pamong, lngkungan pariwisata, ekonomi pariwisata, ekonomi kreatif dan kaitannya dengan kepariwisataan, pemasaran pariwisata, pemberdayaan masyarakat, desa wisata, pariwisata halal dan CEO Commitment.
"Ke depannya, kami harapkan bagi Kabupaten/Kota yang betul-betul peduli terhadap pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata, akan diberikan reward dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk tujuan tertentu berupa program unggulan prioritas yang diusulkan Kabupaten/Kota," ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Luhur Budianda didampingi Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Doni Hendra.
Salah satu daerah yang mendapatkan penghargaan dari Pemprov Sumbar adalah Pemerintah Kota Padang, yakni Juara Satu kategori "The Best Achievement Peduli Wisata Awards 2022". Penghargaan diterima Wali Kota Padang Hendri Septa dari Gubernur Sumbar Mahyeldi.
Wali Kota Padang Hendri Septa mengungkapkan bahwa penghargaan itu diperoleh karena pemko konsentrasi penuh dalam membangun sebuah Youth Center atau Pusat Kegiatan Kepemudaan bernama "Bagindo Aziz Chan Youth Center". Selain itu, berkomitmen dalam pembinaan dan pengembangan pelaku ekonomi kreatif.
“Kita berharap gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center jadi primadona untuk dikunjungi masyarakat dari dalam dan luar Sumbar," ujarnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Padang Rina Melati mengatakan Pemko Padang memiliki komitmen penuh dalan memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Pariwisata merupakan salah satu progam unggulan wali kota Padang. Untuk itu, pemko berkomitmen memaksimalkan potensi yang ada untuk memajukan pariwisata. Apalagi tidak lama lagi kita memasuki tahun kunjungan wisata atau Visit Beautiful West Sumatra 2023 yang diusung Pemprov Sumbar guna meningkarkan jumlah kunjungan wisatawan. Jadi, Kota Padang sudah siap menyambutnya dengan berbagai destinasi yang ada, termasuk kunjungan ke Bagindo Aziz Chan Youth Center," jelas Rina.
Rina mengatakan, Dinas Pariwisata akan melakukan pengecekan dan peremajaan pada kawasan wisata. Kemudian, berkordinasi dengan pengelola hotel, restoran dan pelaku ekonomi lainnya untuk menyukseskan Visit Beautiful Minangkabau 2023.
Di sektor ekonomi kreatif, salah satu program yang sedang berjalan saat ini adalah pemberdayaan Youth Center Bagindo Aziz Chan sebagai pusat pengembangan ekonomi creatif dan wisata Kota Padang.
Di sini, pemko mengembangkan potensi-potensi ekonomi dan wisata kreatif.
Selain tempat anak muda mengembangkan kreativitasnya, Youth Center juga wadah pelaku ekonomi kreatif memperkenalkan hasil karya mereka sehingga dapat terus berkembang.
Bagindo Aziz Chan Youth Center memiliki 17 sub sektor ekonomi kreatif (ekraf) termasuk 'stand fashion', produk UMKM unggulan Kota Padang dan sarana kegiatan positif lainnya seperti ruang arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film, game, animasi dan video, pertunjukan, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, dan aplikasi.
“Youth Center hanya dua di Indonesia, salah satunya di Kota Padang. Ini akan jadi ikon ekonomi kreatif dan wisata Kota Padang,”ucapnya.
Sementara itu anggota DPRD Kota Padang Budi Syahrial mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Padang. Salah satu buktinya adalah dengan dukungan melalui peningkatan anggaran dari sebelumnya Rp2,4 miliar menjadi Rp4,2 miliar demi meningkatkan pariwisata ekonomi kreatif di Kota Padang.
Dengan anggaran yang ditambah tersebut, Budi Syahrial berharap pemko memberikan konsep yang jelas dalam memajukan pariwisata. Salah satunya meningkatkan kunjungan wisata keluarga. Tentunya hal tersebut harus juga didukung fasilitas yang memadai dan sesuai wisata keluarga tersebut.
“Selain itu, memperkuat komitmen dengan selalu menjaga fasilitas dan memperbanyak objek wisata sehingga wisatawan punya banyak pilihan untuk berwisata yang nyaman di Kota Padang,” ucapnya.
Budi juga mengingatkan agar menjaga keamanan masyarakat dan kenyamanan wisatawan. Satpol PP harus proaktif menjaga daerah wisata demi menjaga keamanan dan ketentraman wisatawan.
Sementara itu Brand Activator Haris Satria mengatakan Pemko Padang harus memaksimalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif yang sudah ada sehingga bergerak lebih optimal ke depannya dalam menarik lebih banyak pengunjung.
Pemko Padang perlu mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar dapat terus berkembang dan memajukan sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, komitmen Pemko bersama stakeholders diperlukan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satu bentuknya adalah dengan menjaga destinasi-destinasi wisata agar layak dikunjungi.
Lalu regulasi untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus sampai dari atas hingga penerapannya di lapangan. Kemudian, dukungan anggaran untuk memaksimalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Jangan lupa, itu semua harus dibarengi dengan mempersiapkan SDM sebagai penentu Kota Padang dalam memajukan pariwisata dan ekraf. Itu bisa dilakukan dengan sinergitas dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder seperti akademisi, pelaku bisnis, komunitas dan lainnya sehingga dapat mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di kota Padang,” ingatnya.(cr1)
Editor : Admin Padek