Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pesona Malam di Puncak Pintu Angin, Perkemahan Tanah Sirah Sungailandia

Novitri Selvia • Jumat, 14 Oktober 2022 | 12:46 WIB
PENGATURAN: Kasat Lantas Polres Kampar AKP Viola Dwi Anggreni saat melakukan Gatur di KM38 Desa Simalinyang, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar.(SATLANTAS POLRES KAMPAR UNTUK RIAUPOS)
PENGATURAN: Kasat Lantas Polres Kampar AKP Viola Dwi Anggreni saat melakukan Gatur di KM38 Desa Simalinyang, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar.(SATLANTAS POLRES KAMPAR UNTUK RIAUPOS)
Kabupaten Agam kembali menyajikan wisata alam kombinasi pegunungan dengan lembah dan hamparan bukit barisan. Di ketinggian 1.200 mdpl, lahir Bumi Perkemahan Tanah Sirah di Puncak Pintu Angin, Nagari Sungailandia, Kecamatan IV Koto. Seperti apa pesonanya?

BARU-baru ini, Kabupaten Agam kembali menambah khazanah wisata alamnya. Bumi perkemahan atau camping ground Tanah Sirah muncul dan dapat menjadi salah satu destinasi pilihan untuk menikmati malam di tengah alam.

Camping ground Tanah Sirah berada di Jorong Kampung Baruah, Nagari Sungailandia, Kecamatan IV Koto. Dari ketinggian 1.200 mdpl di puncak Bukit Pintu Angin, tersuguh pemandangan alam asri yang mampu bikin pengunjung terkesima.

Camping ground itu tak sulit dijangkau. Jika beranjak dari Kota Padang, pengunjung mesti menempuh jarak 99 km lewat jalan Lintas Barat Sumatera Padang-Bukittinggi terus ke jalur Sicincin-Malalak-Balingka. Bila mengambil rute dari Kota Wisata, Bukittinggi, wisatawan butuh 20 km perjalanan melintasi jalan lintas Padanglua-Maninjau.

Jika pengunjung sudah menapak di Nagari Sungailandia, hanya butuh 200 meter melewati jalan usaha tani menuju lokasi bumi perkemahan tersebut. Tak perlu penat mendaki, karena lokasi itu bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor.

Untuk setiap wisatawan yang ingin berkemah, pengelola camping ground yang merupakan pemuda setempat akan dengan senang hati memetakan dan mengantarkan hingga ke lokasi. Tidak akan ada harga yang dipatok untuk jasa para guide itu.

“Bagi mereka yang sudah merasa penat dengan hiruk pikuk perkotaan, maka berkemah bisa menjadi satu pilihan untuk bersantai di akhir pekan. Dan bumi perkemahan Tanah Sirah ini siap jadi pelipur lara,” kata Syukra Maulana, pengelola sekaligus salah seorang promotor lahirnya camping ground Tanah Sirah itu, Kamis (13/10).

Camping ground Tanah Sirah lanjutnya, menyuguhkan keasrian hutan pinus, keindahan panorama alam dengan hamparan bukit barisan, lembah-lembah perbukitan, sawah, ladang dan perkampungan. Wisatawan akan merasakan suasana sejuk pegunungan.

Di puncak Bukit Pintu Angin, akan tampak Gunung Marapi jo Singgalang, Gunung Pasaman dan Talamau yang kokoh menjulang. Tidak hanya itu, pengunjung juga akan dapat menikmati indahnya sang mentari tenggelam saat petang dan kembali menyapa di pagi hari.

“Jika beruntung, di waktu-waktu tertentu pengunjung akan mendapati kabut tebal bergelantungan yang membuat kita serasa berada di negeri atas awan. Kekinian, kita juga telah membangun beberapa pondok dan spot untuk menikmati lanskap keren sambil bersantai,” ucap alumnus ISI Padangpanjang itu.

Camping ground Tanah Sirah imbuhnya lagi, memiliki beberapa jenjang lokasi untuk spot perkemahan. Lokasi ini mulai eksis sejak awal 2022 dengan luas lahan perkemahan mencapai 1,5 hektar. Sangat cocok untuk liburan keluarga maupun sebagai tempat edukasi tentang alam.

Dikisahkan, camping ground tersebut lahir dari kegigihan dirinya bersama sejumlah pemuda setempat untuk menggali potensi kampung halaman agar bisa dijadikan sesuatu hal menarik dan memiliki prospek positif bagi masyarakat.

Setelah bertahun melewati serangkaian perencanaan dan menggalang dukungan, lantas dibukalah area puncak Bukit Pintu Angin jadi bumi perkemahan. Lahannya masih milik masyarakat setempat yang sudah lama tak termanfaatkan.

“Lokasi camping ground ini kami buka secara swadaya dan mandiri. Sekali seminggu kami gotong royong, termasuk pemilik lahan. Membangun pondok bersantai, spot foto hingga ruang kemah. Alhamdulillah, keberadaannya saat ini mendapat respon positif dari masyarakat, perantau hingga pemerintah nagari. Memang, dukungan semua pihak kami harapkan dalam mengembangkan objek wisata ini,” tutur Syukra.

Saat ini tambahnya, camping ground tersebut masih dikelola oleh dirinya bersama sejumlah pemuda yang ikut bergerak menciptakannya. Kelompok pengelola ini tengah berjuang melegalisasi tanggung jawab pengelolaan dalam sebuah wadah kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Di sisi lain, pengelola masih akan terus mengembangkan bumi perkemahan tersebut dengan menambah fasilitas lain, seperti mushala dan MCK. Dengan begitu diharapkan pengunjung akan lebih merasa nyaman saat mereka berkemah.

“Kalau kamu tertarik untuk menyegarkan pikiran dengan berkemah di alam, bisa mencoba mengunjungi Camping Ground Tanah Sirah,” ajaknya. (***) Editor : Novitri Selvia
#wisata #Camping Ground #Tanah Sirah Sungailandia #Puncak Pintu Angin #Tanah Sirah