Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lapek Sagan Masih Digemari, Kue Tradisional Yang Mulai Sulit Ditemukan

Novitri Selvia • Jumat, 6 Januari 2023 | 12:46 WIB
Photo
Photo
MEMILIKI bahan yang sederhana, belum tentu memiliki rasa yang biasa. Contohnya saja lapek sagan yang berbahan pisang dan beras ketan.

Hanya dengan campuran beras ketan utuh dan tak ditumbuk, pisang, gula aren, parutan kelapa muda serta sedikit garam, lalu dikukus sudah mampu menggoyangkan lidah yang memakannya. Cita rasa manis dan aroma yang menggoda dari pisang akan membuat siapapun tak akan berhenti menyantapnya.

Dulunya, lapek sagan biasa dihidangkan pada acara-acara adat sebagai hantaran di acara peminangan. Namun kali ini bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional. Tak jarang pula dijadikan kudapan teman minum teh dan kopi.

Namun saat ini, makanan khas Minangkabau ini sudah jarang ditemukan. Hal ini diakui oleh warga Lubukbuaya Rasima, 70 yang berjualan lapek sagan dengan berkeliling beberapa kompleks di sekitar rumahnya.

“Setiap saya membuat lapek ini, selalu habis dan banyak yang suka. Tak jarang pula banyak yang mengatakan kalau tidak lagi menjumpai jajanan ini di beberapa tempat kue tradisional,” ujar Rasima kepada Padang Ekspres beberapa waktu lalu.

Dia menceritakan, untuk membuat sekitar 55 lapek dalam sehari, dia membutuhkan sekitar satu sisir pisang, satu liter beras ketan, satu buah kelapa muda yang sudah diparut dan seperempat gula aren.

Rasima menjual lapek sagan yang dibungkus daun pisang dengan bentuk segitiga tersebut dengan harga Rp 1.500 per buahnya. “Alhamdulillah selalu habis karena banyak yang suka,” sambung dia.

Saat ini, Rasima hanya menjajakan jajanan tersebut dengan berjalan kaki di sekitar kompleks rumahnya. Selain itu, dia juga sering menerima pesanan lapek untuk beberapa acara arisan maupun rapat di beberapa sekolah-sekolah.

“Saya juga biasa membuat lapek labu yang saya jual dengan harga yang sama. Sama-sama sudah jarang ditemukan, makanya saya fokuskan untuk membuat dua camilan khas Minang ini,” sebutnya. (cr7) Editor : Novitri Selvia
#kue tradisional #Lubukbuaya #Makanan Jadul #Lapek sagan