Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengunjungi Museum Rumah Adat nan Baanjuang, Cerminan Kekayaan Budaya Minangkabau di Bukittinggi

Rian Afdol • Jumat, 27 Desember 2024 | 12:30 WIB

LAYANGAN tradisional yang menjadi koleksi Museum Rumah Adat nan Baanjuang.(RIAN AFDOL/PADEK)
LAYANGAN tradisional yang menjadi koleksi Museum Rumah Adat nan Baanjuang.(RIAN AFDOL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Sebagai salah satu kota wisata terkemuka
di Sumatera Barat, Bukittinggi menawarkan segudang destinasi menarik, mulai dari wisata alam, sejarah, hingga kuliner.

Salah satu destinasi yang layak dikunjungi adalah Museum Rumah Adat nan Baanjuang, yang terletak di dalam kompleks Taman Marga Satwa Budaya Kinantan atau Kebun Binatang Bukittinggi.

Museum ini menjadi pilihan sempurna bagi wisatawan yang ingin memperkaya pengetahuan tentang sejarah, budaya, antropologi, serta seni khas masyarakat Minangkabau.

Dibangun dengan arsitektur Rumah Gadang Gajah Maaram, museum ini tidak hanya menampilkan keindahan artistik tetapi juga menyimpan kekayaan nilai filosofis yang mendalam.

Bagian luar museum dihiasi dengan ukiran kayu khas Minangkabau yang kompleks dan penuh filosofi. Bangunan museum juga dilengkapi rangkiang atau lumbung padi khas Minangkabau, yaitu Rangkiang Sibayua Bayau dan Rangkiang Sitinjau Lauik.

Ukiran di bagian depan dan samping rumah menjadi dokumentasi berharga tentang ragam seni ukir masyarakat Minangkabau.

Memasuki museum, pengunjung akan disambut oleh berbagai miniatur rumah gadang dari berbagai daerah di Minangkabau, miniatur surau, belerong, dan bangunan tradisional lainnya.

Tidak hanya itu, museum ini juga memamerkan kekayaan seni tekstil Minangkabau, terutama songket dan berbagai turunannya, seperti selendang, pakaian adat, dan aksesoris berbahan kain.

Motif-motif songket yang beragam menjadi daya tarik tersendiri, mencerminkan keindahan dan kekayaan budaya Minangkabau yang tidak kalah dengan ukiran kayunya.

Museum ini juga memamerkan karya seni berbasis logam, termasuk perhiasan tradisional seperti suntiang, kalung, gelang, carano, serta berbagai peralatan berbahan logam seperti tempat kapur, alat pemotong pinang, dan ikat pinggang.

Koleksi ini mencerminkan keterampilan masyarakat Minangkabau dalam seni logam. Di lantai dasar, pengunjung akan menemukan koleksi yang beragam, termasuk senjata tradisional seperti keris, tombak, panah, dan meriam.

Ada pula peralatan makan berbasis tanah liat dan kayu, manuskrip klasik seperti kitab nahwu saraf dalam huruf Hijaiyah, serta uang kuno dan foto-foto landscape Bukittinggi dari berbagai periode.

Tak ketinggalan, alat musik tradisional Minangkabau seperti talempong dan gong juga menjadi bagian dari koleksi museum ini. Bahkan, permainan tradisional seperti layang-layang turut dipamerkan.

Taufik, seorang pengunjung asal Molek, Riau, mengaku terkesan dengan keunikan museum ini. “Seluruh dinding museum dihiasi ukiran indah dengan warna yang mencolok tetapi tetap serasi. Koleksi-koleksinya pun artistik, terutama yang berbahan logam dan kain,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman mengunjungi museum ini sangat berharga, terutama untuk memperluas wawasan tentang sejarah, budaya, dan seni Minangkabau.

“Selain edukatif, tempat ini juga sangat memanjakan mata. Saya sangat merekomendasikan tempat ini untuk siapa saja yang berkunjung ke Bukittinggi,” tambahnya.

Museum Rumah Adat nan Baanjuang tidak hanya menjadi destinasi wisata edukatif, tetapi juga cerminan kekayaan budaya Minangkabau yang tak ternilai. Dengan koleksi yang kaya dan arsitektur yang artistik, museum ini layak menjadi salah satu tujuan utama wisatawan di Kota Bukittinggi. (RIAN AFDOL—Bukittinggi)

Editor : Novitri Selvia
#wisata #Taman Marga Satwa Budaya Kinantan #Rumah Gadang Gajah Maaram #wisata sejarah #Museum Rumah Adat nan Baanjuang