Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Padang Siap Masuk UNESCO Creative Cities Network Sektor Gastronomi

Heri Sugiarto • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:58 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran rapat revitalisasi kawasan Kota Tua sebagai langkah Padang masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO di bidang Gastronomi.(Foto: Prokopim)
Wali Kota Padang Fadly Amran rapat revitalisasi kawasan Kota Tua sebagai langkah Padang masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO di bidang Gastronomi.(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kota Padang terus memperkuat strategi revitalisasi kawasan Kota Tua, dan mendorong Kota Padang masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO di bidang Gastronomi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kolaborasi Pentahelix yang digelar di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Kamis (3/7/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Guru Besar Departemen Arsitektur dan Perencanaan UGM Prof. Wiendu Nuryanti, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Luhur Budianda, serta berbagai elemen dari kalangan akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, media, dan investor sebagai bagian dari unsur Pentahelix.

Wali Kota Fadly Amran menyampaikan bahwa revitalisasi Kota Tua merupakan bagian dari visi besar Pemko Padang untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah menjadi pusat budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Program ini juga terintegrasi dengan Progul (Program Unggulan) Jelajah Padang yang diusung pemerintah kota.

"Revitalisasi ini bukan sekadar pelestarian bangunan tua, tetapi menghidupkan kembali kawasan Kota Tua sebagai ruang yang aktif untuk masyarakat hidup, bekerja, bermain, dan belajar dengan nuansa historis," ujar Fadly Amran.

Ia menambahkan, Pemko Padang siap mengadopsi model pengelolaan yang sukses diterapkan di Kota Semarang melalui pembentukan Badan Pengelola Situs Kota Lama (BPSKL).

Rencana pembentukan badan serupa dinilai penting untuk memastikan pengelolaan kawasan heritage secara profesional, terstruktur, dan berbasis regulasi yang kuat.

Fadly juga mengajak seluruh elemen Pentahelix untuk berkolaborasi aktif dalam proses revitalisasi Kota Tua.

“Ini momentum besar untuk membentuk wajah baru Kota Padang yang lebih kreatif dan mendunia,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Wiendu Nuryanti menyambut baik langkah yang dilakukan Pemko Padang.

Menurutnya, Kota Padang memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kota kreatif, khususnya di sektor gastronomi yang kaya akan kuliner lokal.

“Identitas dan citra kota harus dibangun ulang melalui rebranding yang kuat serta pengelolaan lintas sektor yang profesional dan berorientasi jangka panjang,” jelas mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2011–2014 itu.

Prof. Wiendu juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam mewujudkan Kota Tua Padang sebagai simpul sejarah sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

"Butuh sinergi dan kolaborasi dalam mendukung Padang sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO di bidang Gastronomi," pungkasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#revitalisasi kota tua #fadly amran #pusat budaya dan kuliner #Unesco Creative Cities Network #pemko padang #kota tua padang