Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pulau Setan Mandeh, “Raja Ampat-nya Sumbar” dengan Fasilitas Kemping Modern dan Aman

Yoni Syafrizal • Jumat, 17 Oktober 2025 | 11:16 WIB

Wisatawan berfoto bersama dengan latar belakang tagline Pulau Setan.
Wisatawan berfoto bersama dengan latar belakang tagline Pulau Setan.
Angin laut berembus lembut menyapa wajah ketika perahu mulai mendekati Pulau Setan. Dari kejauhan, hamparan pasir putih yang bersih berpadu dengan birunya laut, menghadirkan panorama memesona khas Kawasan Wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Kini, pulau kecil yang dulu sepi itu telah menjelma menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Seperti apa ceritanya?

Laporan YONI SYAFRIZAL, Pessel—

Pulau itu bernama Pulau Setan. Pulau Setan kian memikat hati masyarakat pengunjung dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang yang telah tersedia.

Salah satu daya tarik utamanya adalah area kemping yang selalu siap menyambut para pecinta alam untuk menikmati keindahan malam di bawah taburan bintang di langit Mandeh.

Menurut Direktur Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Bersama Mandeh Tarusan Jaya, Suryadi Chan, fasilitas kemping ini dibuka sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik wisata Pulau Setan, terutama di masa libur akhir pekan. Aktivitas kemping dinilai sedang naik daun di kalangan wisatawan muda yang ingin menikmati suasana alam yang lebih dekat dan alami.

“Dengan adanya lokasi kemping, kami berharap daya tarik Pulau Setan semakin meningkat dan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Kami ingin mereka merasa betul-betul menyatu dengan alam,” ujar Suryadi kepada Padang Ekspres, Kamis (16/10).

Pulau Setan memiliki posisi strategis dan mudah dijangkau dari Kota Padang, hanya sekitar dua jam perjalanan darat dan laut. Dari Tarusan, wisatawan dapat menyeberang menggunakan perahu motor atau boat wisata menuju pulau. Kawasan Mandeh sendiri telah lama dikenal sebagai “Raja Ampat-nya Sumatera Barat” karena pesona laut biru jernih, gugusan pulau-pulau kecil, dan hutan tropis yang masih asri.

Salah seorang wisatawan menikmati keindahan bawah laut di kawasan Pulau Setan.
Salah seorang wisatawan menikmati keindahan bawah laut di kawasan Pulau Setan.

Dengan potensi alam sebesar itu, BUMNag Bersama Mandeh Tarusan Jaya terus berupaya melengkapi berbagai sarana penunjang untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada wisatawan. Salah satunya melalui pembentukan Unit Pengembangan Pariwisata (UPP) yang bertugas mengelola dan menata segala kebutuhan wisatawan di lapangan.

“UPP ini kami bentuk agar pelayanan kepada wisatawan lebih profesional. Kami ingin mereka merasa aman, nyaman, dan puas selama berada di Pulau Setan,” jelas Suryadi.

Selain keindahan alamnya, keunggulan Pulau Setan juga terletak pada pengelolaan yang profesional serta berbasis ramah lingkungan. BUMNag berkomitmen mengembangkan pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin pariwisata di sini menjadi sumber penghasilan utama warga. Semakin banyak wisatawan datang, semakin besar pula peluang ekonomi bagi masyarakat lokal,” tambahnya.

Baca Juga: Tabrakan Maut di Pessel, Satu Meninggal, Empat Luka-luka

Tak hanya fokus pada fasilitas dan pelayanan, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama pengelola. BUMNag telah menjalin kerja sama dengan Jasa Raharja Putra untuk memberikan perlindungan asuransi bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Setan.

“Asuransi ini merupakan bentuk perlindungan bagi pengunjung jika terjadi kecelakaan selama berada di kawasan wisata. Kami juga mengimbau pelaku usaha lain seperti penyedia jasa penyeberangan dan wahana permainan agar turut memberikan asuransi bagi wisatawan,” tegas Suryadi.

Selain itu, pembenahan infrastruktur juga terus dilakukan, mulai dari pembangunan dermaga, perbaikan jalur trekking, hingga peningkatan fasilitas sanitasi. Semua langkah itu diambil agar Pulau Setan tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena kenyamanan dan keamanan yang dirasakan pengunjung.

“Konsep wisata kami bukan hanya sekadar menikmati keindahan alam, tapi juga menjaga ekosistem agar tetap lestari. Alam yang terjaga adalah warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Beberapa pondok kayu yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat di Pulau Setan.
Beberapa pondok kayu yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat di Pulau Setan.

Keberadaan fasilitas yang lengkap dan layanan berkualitas membuat pengunjung merasa semakin betah. Hal ini dirasakan langsung oleh Indra, 45, seorang wisatawan asal Kota Padang, yang tengah menikmati akhir pekan bersama keluarganya di Pulau Setan.

“Selain pemandangan yang luar biasa, fasilitas kemping dan adanya asuransi membuat kami lebih tenang. Ini pengalaman wisata yang berbeda dan sangat menyenangkan bagi keluarga saya,” ungkapnya.

Indra juga menuturkan bahwa akses menuju Pulau Setan kini semakin mudah. Perjalanan dari Kota Padang memakan waktu sekitar dua jam, termasuk penyeberangan laut selama 30 menit.

Ia menilai, pengelolaan yang baik dan peningkatan fasilitas membuat destinasi ini siap menyambut wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Wisata Mandeh, termasuk Pulau Setan, menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kami terus mendukung pengembangan fasilitas wisata yang berkualitas dan berkelanjutan agar Mandeh bisa menjadi destinasi kelas dunia. Selain memperkenalkan keindahan alam Pesisir Selatan, kami ingin masyarakat juga mendapat manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Pemkab Pessel juga mendorong penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) di semua destinasi wisata. Sertifikasi ini menjadi acuan utama bagi keamanan dan kenyamanan wisatawan di masa kini.

“CHSE adalah jaminan bagi wisatawan bahwa destinasi yang mereka kunjungi aman dan terjaga kebersihannya. Dengan penerapan standar ini, kami yakin pariwisata Pessel akan terus tumbuh dan menjadi kebanggaan Sumatera Barat,” kata Hendrajoni optimis. (*)

Editor : Adetio Purtama
#mandeh #Pulau Setan #kemping #raja ampat