Area seluas tujuh hektare ini dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga kisah masa lalu sebagai bekas habitat Harimau Kuranji yang legendaris di Sumatera Barat.
Berada di Jalan Raya Air Dingin, lokasi ini dapat dicapai dengan menempuh jalan masuk sekitar 300–500 meter dari jalur utama.
Meski jalannya masih berupa kerikil dan tanah, rasa lelah terbayar begitu tiba di lokasi yang dikelilingi hutan, kebun warga, dan aliran sungai jernih.
Area aktif Tiger Camp kini mencakup 4–5 hektar yang digunakan untuk berbagai kegiatan rekreasi dan edukasi alam.
Sejak dirintis pada tahun 2016–2017, Tiger Camp terus berbenah dengan menambah berbagai fasilitas penunjang.
Pengunjung dapat menikmati area kemping luas, jalur hiking, toilet bersih, musala, dan aula serbaguna.
Tersedia pula kolam renang anak dan dewasa, flying fox, gazebo, vila, serta layanan warung dan katering. Fasilitas air bersih dan area parkir luas semakin melengkapi kenyamanan para pengunjung.
Promosi Tiger Camp dilakukan secara aktif melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta pendekatan langsung ke berbagai instansi dan perusahaan.
Sebagian besar pengunjung merupakan rombongan institusi dari Padang maupun luar kota seperti Solok.
Karena permintaan tinggi, pengelola menyarankan reservasi dilakukan jauh hari sebelumnya.
Sistem biaya di Tiger Camp dihitung per orang per hari, berkisar antara Rp10.000–Rp20.000, tergantung jumlah peserta. Setiap rombongan juga dikenakan biaya kebersihan sebesar Rp200.000 per hari, yang digunakan untuk mendukung petugas kebersihan di lokasi.
Tiger Camp dikelola oleh Rahmat Kurniawan, 46, warga asli Marapalam yang kini berdomisili di Belimbing. Ia memimpin tim kecil beranggotakan empat hingga lima orang, yang dapat bertambah saat event besar. Tempat ini didukung oleh investor asal Turki, dengan konsep pengelolaan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Kami selalu mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan agar citra institusi yang mereka wakili tetap baik,” ujar Rahmat kepada Padek.jawapos.com, Sabtu (8/11/2025).
Dalam pengembangan terbaru, Tiger Camp memperkenalkan “Neo Tiger Camp”, identitas baru yang menekankan konsep keberlanjutan dan ekowisata hijau.
Melalui program Go Green Promo, pengunjung bisa mendapatkan diskon hingga 10 persen jika membawa tanaman untuk ditanam di area camp sebagai bagian dari program penghijauan.
Rahmat menambahkan, omzet bulanan Tiger Camp masih fluktuatif karena masa pengelolaan baru berjalan kurang dari setahun. Pengunjung bebas membawa tenda sendiri atau menyewa melalui vendor yang direkomendasikan pengelola.
Selain kemping, tempat ini juga kerap digunakan untuk kegiatan khusus seperti intimate wedding dan acara perusahaan.
Dengan perpaduan nuansa alam, kisah historis, dan fasilitas modern, Tiger Camp Padang hadir sebagai destinasi unggulan bagi para pecinta alam yang ingin melepas penat dan merasakan pengalaman kemping autentik di tengah keindahan hutan Lubuk Minturun.(cr3)
Editor : Heri Sugiarto