Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pulau Pamutusan Jadi Ikon Baru Wisata Mandeh: Pusat Sport and Marine Tourism

Yoni Syafrizal • Sabtu, 15 November 2025 | 10:47 WIB

Sekkab Pesisir Selatan, Evafauza Yuliasman, meninjau pengembangan Pulau Pamutusan di Kawasan Wisata Mandeh, Jumat (14/11/2025).(Foto: Yon/Padek)
Sekkab Pesisir Selatan, Evafauza Yuliasman, meninjau pengembangan Pulau Pamutusan di Kawasan Wisata Mandeh, Jumat (14/11/2025).(Foto: Yon/Padek)
PADEK.JAWAPOS.COM—Pulau Pamutusan di Kawasan Wisata Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, diproyeksikan menjadi ikon baru destinasi bahari Pesisir Selatan.

Upaya percepatan pengembangan kawasan tersebut ditinjau Penjabat (Pj) Sekretaris Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Evafauza Yuliasman, Jumat (14/11/2025).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan progres penataan sarana dan prasarana wisata yang sedang dikerjakan oleh pihak pengembang.

Evafauza menegaskan bahwa Pulau Pamutusan memiliki nilai strategis untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan Mandeh.

Menurutnya, kawasan tidak akan berkembang tanpa keberanian memulai ide besar, perencanaan matang, serta kesiapan infrastruktur dan keamanan bagi wisatawan.

“Pulau Pamutusan memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara komprehensif. Pengembangan ini membutuhkan perencanaan yang kuat agar menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung,” ujarnya saat peninjauan.

Evafauza juga mengungkapkan tingginya minat wisatawan dari Kota Padang untuk berkunjung ke kawasan Mandeh. Namun sebagian wisatawan masih ragu menggunakan jalur laut, sehingga pemerintah daerah menilai perlu adanya penguatan standar keamanan, armada transportasi, serta tata kelola perjalanan laut yang lebih terintegrasi.

Kunjungan tersebut diikuti Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, N. Riswandi, Kepala Dinas PUTR Pessel, Yusvianty, serta sejumlah pejabat eselon III dan IV.

Rombongan bertolak dari Pelabuhan TPI Carocok Tarusan menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Selama perjalanan, rombongan menikmati panorama birunya perairan, gugusan pulau kecil, dan perbukitan hijau yang mengelilingi teluk Mandeh.

Setibanya di Pulau Pamutusan, para pejabat disambut hamparan pasir putih, air laut jernih, serta suasana alami yang dianggap ideal untuk pengembangan wisata bahari dan aktivitas outdoor.

Di kawasan tersebut, sekitar dua hektare lahan tengah ditata untuk menambah fasilitas wisata baru.

Perbukitan pada sisi pulau menjadi keunggulan karena memberikan sudut pandang tinggi ke arah Teluk Mandeh yang selama ini dikenal sebagai “Raja Ampat-nya Sumatera”.

Evafauza menyampaikan bahwa Pulau Pamutusan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat sport and marine tourism.

Aktivitas seperti olahraga air, petualangan laut, hingga hiburan outdoor diyakini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Ia menegaskan bahwa pengembangan menuju konsep wisata bahari terpadu tidak terlambat. Momentum saat ini harus dimanfaatkan untuk mengintegrasikan seluruh potensi Mandeh agar mampu bersaing dengan destinasi bahari nasional dan internasional.

Kehadiran Pulau Pamutusan sebagai destinasi baru juga diharapkan memperkaya ragam kunjungan di kawasan Mandeh.

Jika ditata optimal, pulau ini berpeluang menjadi ikon wisata yang memperkuat branding kawasan sebagai salah satu unggulan pariwisata Sumatera Barat.

Guna menarik investor, pemerintah daerah akan menyempurnakan dokumen perencanaan pengembangan kawasan serta memperkuat kolaborasi dengan pihak pengembang. Integrasi antara wisata bahari dan wisata buah (garden tourism) menjadi fokus, sejalan dengan konsep yang telah dicanangkan sejak 1997 pada masa kepemimpinan Bupati Darizal Basir melalui program Sapta Pengabdian.

Saat itu, pemerintah mulai membuka desa-desa terisolasi di sekitar Mandeh dan menanam berbagai jenis tanaman buah sebagai bagian dari penyatuan konsep wisata alam dan agrikultur. Konsep tersebut dinilai kembali relevan dalam pengembangan Pulau Pamutusan dan kawasan sekitarnya.

Selain penataan pulau, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan gerbang pelabuhan yang lebih representatif di TPI Carocok Tarusan sebagai pintu masuk resmi menuju kawasan Mandeh.

Fasilitas ini dirancang untuk mendukung standar wisata bertaraf internasional.

Pemkab Pessel juga mendorong penyelenggaraan event sport and music, termasuk olahraga air seperti jet ski cepat, guna memperluas daya tarik wisata dan meningkatkan jumlah kunjungan.

Evafauza menegaskan bahwa seluruh hasil peninjauan dan evaluasi lapangan akan disampaikan kepada Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.

Laporan tersebut akan menjadi dasar kebijakan dalam percepatan pengembangan Kawasan Wisata Mandeh.

“Saya berharap langkah ini semakin mendorong Mandeh menuju destinasi wisata internasional sesuai potensi alamnya yang sangat indah,” katanya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#wisata mandeh #wisata bahari #Evafauza Yuliasman #pulau pamutusan #ikon baru #Pemkab Pessel