
Penulis : Sri Susanti mirza,S.Pd - Guru SD negeri 31 Payakumbuh
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat,kehidupan anak – anak saat ini tidak dapat dipisahkan dari penggunaan gawai dan permainan digital.
Kondisi ini membawa perubahan besar terhadap pola bermain anak . Permainanan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari masa kecil masyarakat perlahan mulai terlupakan. Anak – anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan permainan daring dibandingkan bermain bersama teman di lingkungan sekitar.
Melihat kondisi tersebut SD Negeri 31 Payakumbuh berupaya menghadirkan kembali permainan tradisional melalui kegiatan bertema “Mambangkik Batang Tarandam” . Ungkapan minangkabau ini memiliki makna mengingat kembali sesuatu yang hampir tengelam atau terlupakan . Tema ini dipilih sebagai bentuk semangat untuk melestarikan budaya daerah sekaligus menanamkan nilai – nilai karakter kepada peserta didik.
Sejak pagi suasana sekolah tampak lebih meriah dari biasanya .Halaman sekolah di penuhi tawa dan semangat siswa yang mengikuti berbagai permainan tradisional .Anak – anak bermain dengan penuh antusias tanpa merasa canggung ataupun malu.Permainan sepertilompat tali ,kelereng , petak umpet dan tarik upiah dan tarompa panjang menghiasi lingkungan sekolah.
Banyak siswa yang mengaku baru pertama kali mengenal beberapa permainan tersebut seperti tariak upiah ,tarompa panjang . Mereka terlihat sangat penasaran dan bersemangat ketika guru menjelaskan aturan permainan .Tidak sedikit pula siswa yang langsung tertawa bahagia ketika mencoba permainan tersebut bersama teman- temannya.
Guru - guru turut berperan aktif dalam kegiatan ini.Selain menjadi pendamping guru juga mengenal filosofi dan manfaat dari setiap permainan tradisional. Di balik kesederhanaannya ,permainan tradisional ternyata memiliki nilai pendidikan yang sangat besar .Anak –anak belajar tentang kerja sama spotrivitas ,tanggung jawab ,disiplin ,serta kemampuan berkomunikasi dengan teman sebaya.
Permainan tradisonal juga melatih keberanian dan rasa percaya diri siswa.Anak –anak yang biasanya pendiam mulai berani tampil dan berinteraksi .Suasana kebersamaan yang tercipta membuat hubungan antarsiswa menjadi lebih akrab dan hormonis .Kegiatan ini secara tidak langsung membantu membangun karakter positif dalam diri peserta didik.
Selain itu permainan tradisonal juga memberi manfaat bagi kesehatan fisik anak.Di era modern saat ini banyak anak kurang bergerak karena terlalu lama menggunakan gawai.Melalui permainan tradisional siswa diajak untuk aktif bergerak,berlari ,melompat dan bermain di luar ruangan. Hal ini tentu sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh sekaligus meningkatkan kebugaran.
Kegiatan”mambangkik batang tarandam” menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar akademik ,tetapi juga sebagai tempat menanamkan nilai budaya dan karakter bangsa.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




