Laporan IRFAN R RUSLI, Limapuluh Kota—
Pemandian Aia Baba menyuguhkan pengalaman wisata yang menyatu dengan alam. Airnya dingin, bening, dan mengalir langsung dari sumber pegunungan, dengan dasar kolam berbatu yang tampak jelas dari permukaan. Kealamian tersebut memberikan kesan berbeda dibandingkan wisata air buatan.
Kawasan pemandian dikelilingi pepohonan rindang dengan udara sejuk khas dataran tinggi. Gemericik air berpadu dengan suara alam menciptakan suasana damai yang membuat pengunjung betah berlama-lama.
Pemandian ini memiliki beberapa kolam bertingkat dengan kedalaman berbeda, sehingga aman dan nyaman dinikmati oleh berbagai usia.
Kolam utama menjadi favorit pengunjung dewasa untuk berenang dan berendam, sementara kolam yang lebih dangkal dimanfaatkan anak-anak. Penataan alami tersebut menjadikan Aia Baba cocok sebagai tujuan wisata keluarga.
Salah seorang pengunjung asal Payakumbuh, Ida, 45, mengaku datang ke Aia Baba untuk mencari ketenangan dan kesegaran alam.
“Airnya sangat jernih dan dingin, suasananya juga tenang. Datang ke sini rasanya benar-benar melepas penat. Tempatnya masih alami dan cocok untuk liburan keluarga,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Kamis (1/1).
Pada akhir pekan dan hari libur, pemandian ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Limapuluh Kota dan sekitarnya. Kemudahan akses serta suasana yang tidak terlalu ramai menjadi daya tarik tersendiri.
Pengunjung lainnya, Resti, 40, mengaku sering datang bersama keluarga. “Aksesnya mudah, suasananya tidak bising, pemandangannya bagus, dan biayanya terjangkau. Itu yang membuat kami sering ke sini,” katanya.
Selain keindahan alam, Aia Baba juga menyimpan nilai budaya. Kawasan ini kerap menjadi lokasi pelaksanaan tradisi balimau menjelang Ramadhan, sebuah tradisi mandi bersama yang masih dijaga masyarakat setempat. Perpaduan wisata alam dan kearifan lokal ini menambah daya tarik Aia Baba.
Meningkatnya jumlah pengunjung turut memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Sejumlah masyarakat membuka warung makanan dan minuman di sekitar pemandian. Jajanan tradisional menjadi pilihan wisatawan setelah berendam.
Mus, 49, salah seorang pedagang, mengakui keberadaan wisata Aia Baba sangat membantu ekonomi keluarganya. “Kalau hari libur pengunjung ramai dan dagangan cepat habis. Wisata ini sangat membantu penghasilan kami,” tuturnya.
Warga sekitar juga berperan aktif menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan pemandian. Kesadaran untuk merawat lingkungan tumbuh seiring manfaat ekonomi yang dirasakan bersama.
Pemerintah nagari bersama masyarakat mulai melakukan pengelolaan secara bertahap dan berkelanjutan dengan tetap memprioritaskan kelestarian alam dan nilai budaya.
Meski fasilitas di kawasan pemandian masih sederhana, kondisi tersebut justru menjaga keaslian Aia Baba. Dengan akses yang mudah dan panorama pedesaan yang indah, Aia Baba Halaban menjadi potret wisata alam Limapuluh Kota yang sederhana, menenangkan, serta ramah bagi semua kalangan. (*)
Editor : Adetio Purtama