Wisata Hutan Pinus Sikabu-Kabu Tumbuhkan UMKM dan Kreativitas Generasi Muda Limapuluh Kota
Irfan R Rusli• Kamis, 5 Februari 2026 | 18:04 WIB
Suasana kawasan wisata Hutan Pinus Sikabu-Kabu di Kabupaten Limapuluh Kota yang berkembang sebagai destinasi alam sekaligus penggerak ekonomi nagari, Kamis (5/2/2026). Kawasan wisata Hutan Pinus Sikabu-Kabu di Limapuluh Kota berkembang sebagai destinasi alam yang menggerakkan UMKM dan ekonomi nagari berbasis peran anak muda.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pengembangan kawasan wisata Hutan Pinus Sikabu-Kabu di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendorong pertumbuhan ekonomi nagari berbasis kreativitas anak muda, Kamis (5/2/2026).
Pantauan PADEK.JAWAPOS.COM menunjukkan kawasan wisata hutan pinus ini dikelola sebagai ruang rekreasi sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat lokal.
Wisata Sikabu-Kabu tidak hanya difungsikan sebagai tempat bersantai, tetapi juga dirancang memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga sekitar.
Salah satu penggerak ekonomi di kawasan ini adalah Kafe Folka, usaha rintisan yang dikelola anak muda dan menyatu dengan lanskap hutan pinus.
Kafe Folka mengusung konsep sederhana dengan dominasi material kayu dan ruang terbuka.
Usaha ini menyediakan lapangan kerja bagi pemuda nagari sebagai barista, pengelola, dan kru kebersihan.
Peran Anak Muda dan UMKM Lokal
Adam (23), mahasiswa asal Padang, menilai pengelolaan wisata Sikabu-Kabu memberi nilai tambah karena menghubungkan rekreasi alam dengan ekonomi masyarakat lokal.
“Tempat ini bukan cuma indah, tapi terasa hidup. Anak-anak muda terlibat langsung, dari kafe sampai kegiatan seni,” kata Adam kepada PADEK.JAWAPOS.COM.
Ia menyebut konsep usaha di tengah kawasan wisata memberi peluang ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Menurut Adam, keterlibatan generasi muda membuat kawasan wisata memiliki daya tarik berkelanjutan.
Dampak ekonomi juga dirasakan pelaku UMKM setempat melalui penjualan kuliner ringan, kopi lokal, dan produk olahan masyarakat.