Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Wamenaker Dorong Pelatihan SDM Pariwisata di Tanahdatar saat Festival Minangkabau 2026

Hendra Efison • Kamis, 25 Juni 2026 | 16:30 WIB

 

Pembukaan Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanahdatar, Kamis (25/6/2026). Kegiatan budaya ini berlangsung hingga Minggu 28 Juni.
Pembukaan Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanahdatar, Kamis (25/6/2026). Kegiatan budaya ini berlangsung hingga Minggu 28 Juni.

TANAHDATAR, PADEK.JAWAPOS.COM — Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor menegaskan penguatan sumber daya manusia menjadi fokus utama pemerintah dalam mendukung pengembangan daerah.

Untuk Kabupaten Tanahdatar yang memiliki karakter sebagai daerah tujuan wisata budaya, Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan program peningkatan kompetensi tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pernyataan itu disampaikan Afriansyah Noor saat menghadiri pembukaan Festival Minangkabau 2026 di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanahdatar, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, kepala daerah se-Sumbar, unsur Forkopimda, serta tokoh adat dan budaya Minangkabau.

Menurut Afriansyah, setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga program ketenagakerjaan harus disesuaikan dengan potensi ekonomi setempat.

"Saat ini kementerian kami terus memperkuat sumber daya manusia melalui program-program ketenagakerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing," katanya.

SDM Pariwisata Jadi Prioritas di Tanahdatar

Afriansyah menilai Tanahdatar memiliki peluang besar di sektor pariwisata. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu langkah yang perlu diprioritaskan.

Ia mengatakan pelatihan yang tersedia melalui Balai Latihan Kerja di Kota Padang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memperoleh sertifikasi kompetensi.

Bidang yang menjadi fokus antara lain perhotelan, pemandu wisata, tata boga, kuliner, pengelolaan event, hingga desain produk ekonomi kreatif.

Kompetensi tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan industri pariwisata yang berkembang di Tanahdatar dan Sumatera Barat.

Selain peningkatan keterampilan kerja, Kemenaker juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru melalui program kewirausahaan.

Langkah itu diharapkan mampu memperkuat sektor UMKM yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Afriansyah menilai produk UMKM lokal memiliki peluang besar berkembang apabila didukung sumber daya manusia yang kompeten dan produktif.

Promosi Budaya Harus Menyesuaikan Perkembangan Digital

Kemenaker juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung promosi pariwisata dan budaya. Menurut Afriansyah, promosi daerah tidak lagi cukup mengandalkan cara-cara konvensional.

Generasi muda, kata dia, perlu mengambil peran sebagai kreator konten, digital marketer, dan pelaku ekonomi kreatif yang mampu memperkenalkan budaya Minangkabau kepada pasar yang lebih luas.

Ia juga menyebut pengembangan talenta muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang kreatif dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Sebagai putra daerah Pagaruyung, Afriansyah menyatakan siap mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar.

Festival Minangkabau Masuk KEN untuk Keenam Kalinya

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga aset yang mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Festival Minangkabau 2026 kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN). Menurut Mahyeldi, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa budaya Minangkabau memiliki daya tarik kuat dan mampu menjadi sarana promosi daerah.

Festival tahun ini menampilkan berbagai atraksi budaya, mulai dari pawai budaya, tari tradisional, arak-arakan jamba, makan bajamba, permainan anak nagari, pameran benda pusaka, desa wisata, hingga produk UMKM dan ekonomi kreatif.

Mahyeldi mengatakan pariwisata berbasis budaya harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, setiap kegiatan budaya perlu dihubungkan dengan pertumbuhan ekonomi lokal, mulai dari sektor kuliner, transportasi, penginapan hingga usaha mikro dan kecil.

Ia menambahkan ekonomi Sumatera Barat tumbuh 5,02 persen pada triwulan pertama 2026. Peningkatan kunjungan wisatawan menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong pertumbuhan tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
#Festival Minangkabau 2026 #SDM pariwisata #UMKM Sumbar #afriansyah noor #Kharisma Event Nusantara