Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tabuik Piaman 2026 Jadi Mesin Ekonomi Pariaman, Hotel hingga UMKM Kebanjiran Rezeki

ZikriNiati ZN • Kamis, 9 Juli 2026 | 15:50 WIB

 

Ribuan wisatawan memadati kawasan Muaro Gandoriah saat Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM, Minggu (28/6/2026).
Ribuan wisatawan memadati kawasan Muaro Gandoriah saat Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata, perdagangan, dan UMKM, Minggu (28/6/2026).

PARIAMAN, PADEK.JAWAPOS.COM – Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 kembali membuktikan diri bukan sekadar perayaan budaya tahunan. Event yang masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 itu menjelma menjadi mesin penggerak ekonomi Kota Pariaman dengan menghadirkan lonjakan wisatawan yang berdampak langsung terhadap hotel, pelaku UMKM, sektor kuliner, perdagangan, hingga jasa.

Sejak rangkaian kegiatan dimulai hingga puncak prosesi Hoyak Tabuik pada 28 Juni 2026, Kota Pariaman dipadati pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Tingginya mobilitas wisatawan menciptakan perputaran uang yang dirasakan hampir seluruh lapisan pelaku usaha.

Hunian hotel dan penginapan meningkat dibandingkan hari biasa. Rumah makan, pusat kuliner, pedagang kaki lima, toko oleh-oleh, hingga penyedia transportasi juga menikmati lonjakan pelanggan selama penyelenggaraan event budaya terbesar di Kota Pariaman tersebut.

Dampak ekonomi tidak berhenti pada sektor pariwisata. Permintaan terhadap jasa penyewaan panggung, tenda, sound system, dekorasi, percetakan, dokumentasi, hingga tenaga kerja pendukung kegiatan ikut meningkat sehingga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengatakan Pesona Budaya Hoyak Tabuik sejak awal dirancang agar mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, bukan hanya menjaga kelestarian tradisi.

"Ini merupakan kebanggaan masyarakat Kota Pariaman. Event ini harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Wisatawan yang datang akan menginap di hotel, menikmati kuliner khas, berbelanja, membeli produk UMKM, hingga menggunakan berbagai jasa yang tersedia. Seluruh aktivitas tersebut akan menggerakkan ekonomi masyarakat," ujar Ferialdi, Kamis (9/7/2026).

Wisata Budaya Hadirkan Efek Berganda bagi Perekonomian

Ferialdi menegaskan Pemerintah Kota Pariaman terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik setiap tahun agar semakin menarik bagi wisatawan. Semakin besar jumlah kunjungan, semakin luas pula manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.

Menurutnya, budaya menjadi keunggulan utama Kota Pariaman dalam mengembangkan sektor pariwisata yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif, perdagangan, UMKM, dan jasa secara bersamaan.

"Budaya menjadi kekuatan utama Kota Pariaman dalam mengembangkan sektor pariwisata. Karena itu, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif, UMKM, perdagangan, dan jasa," katanya.

Untuk memperluas manfaat ekonomi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyediakan puluhan stan UMKM yang membentang dari kawasan Muaro Gandoriah hingga lokasi panggung utama.

Pemerintah juga menghadirkan Bandagala Ekraf Fest 2026 pada 25–28 Juni sebagai bagian dari rangkaian Pesona Budaya Hoyak Tabuik.

Momentum tersebut dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada wisatawan. Salah seorang pelaku UMKM, Erwin, mengaku penjualannya meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa.

"Alhamdulillah penjualan jauh meningkat dibandingkan hari biasa. Wisatawan yang datang cukup ramai sehingga produk kuliner dan oleh-oleh banyak dibeli. Event seperti ini sangat membantu usaha kecil seperti kami," ujarnya.

Pemerintah Optimistis UMKM Semakin Berkembang

Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Deddy Kurnia Ilahi, mengatakan meningkatnya aktivitas perdagangan selama Tabuik menjadi bukti bahwa event budaya mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata.

Menurutnya, transaksi di pusat kuliner, pasar tradisional, sentra UMKM, hingga kawasan wisata mengalami peningkatan signifikan selama penyelenggaraan event.

"Perputaran ekonomi masyarakat meningkat selama penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman. Aktivitas jual beli di pusat kuliner, pasar tradisional, sentra UMKM, hingga berbagai lokasi wisata mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Ini menunjukkan bahwa event budaya memiliki manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," kata Deddy.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Pariaman akan terus mendorong pelaku UMKM memanfaatkan setiap agenda daerah sebagai media promosi dan perluasan pasar.

Dengan status Pesona Budaya Hoyak Tabuik sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara 2026, pemerintah optimistis sektor pariwisata dan ekonomi lokal akan terus tumbuh, sekaligus memperkuat posisi Kota Pariaman sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.(*)

Editor : Hendra Efison
#Tabuik Piaman 2026 #Kota Pariaman #UMKM Pariaman #Kharisma Event Nusantara #wisata budaya