Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kapal Nelayan Primadona Hilang Kontak di Perairan Pasaman Barat, SAR Padang Kerahkan Tim Pencarian

Randi Zulfahli • Jumat, 21 November 2025 | 14:22 WIB

Ops SAR Kecelakan Kapal Nelayan Primadona Lost Contact di Perairan Pulau Pangkal Pasaman Barat resmi dimulai, Jumat (21/11/2025). (Foto: Kantor SAR Kelas A Padang)
Ops SAR Kecelakan Kapal Nelayan Primadona Lost Contact di Perairan Pulau Pangkal Pasaman Barat resmi dimulai, Jumat (21/11/2025). (Foto: Kantor SAR Kelas A Padang)
PADEK.JAWAPOS.COM—Kantor SAR Kelas A Padang melaksanakan operasi pencarian terhadap kapal nelayan Primadona yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Pulau Pangkal, Kabupaten Pasaman Barat. Kapal jenis boat tempel itu membawa enam anak buah kapal (ABK).

Kepala Seksi Operasi SAR Padang, Hendri, menyebut lokasi kejadian berada di koordinat 0° 3'25.52"U – 99° 9'33.41"T.

Laporan diterima pada Kamis, 20 November 2025 pukul 22.40 WIB dari Khairul Anami, keluarga salah satu korban.

Kapal Primadona bertolak dari Pulau Tanahmasa, Nias menuju Air Bangis pada pukul 06.30 WIB dan dijadwalkan tiba pukul 12.00 WIB di hari yang sama.

Kontak terakhir dengan kapal tercatat pada 09.00 WIB saat berada di sekitar titik LKP.

Kapal berwarna putih-merah tersebut memiliki panjang sekitar 12 meter, lebar 1,8 meter, dan menggunakan dua mesin 40 PK.

Empat ABK telah teridentifikasi, yakni Zulfikar (52), Akmal Daudi (40), Mario (36), dan Andika Putra (26), seluruhnya berdomisili di Air Bangis. Dua ABK lainnya masih dalam pendataan.

SAR Padang melakukan koordinasi dengan VTS, Kansar Nias, dan Kansar Mentawai pada pukul 23.00 WIB.

Operasi pencarian fisik dimulai Jumat, 21 November 2025 pukul 06.30 WIB dengan pengerahan RIB 03 membawa enam personel menuju LKP sejauh 33,4 mil laut dari Dermaga RIB Sasak.

Peralatan yang digunakan meliputi Rescue Car double cabin, peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan drone.

Berdasarkan data BMKG Maritim, gelombang diperkirakan setinggi 1–2,5 meter dengan kondisi cuaca hujan dan kecepatan angin 6–8 knot. (CC1)

Editor : Hendra Efison
#kapal hilang Pasaman Barat #Nelayan Air Bangis #SAR Padang #boat tempel Primadona