Jembatan sementara tersebut dibangun oleh personel TNI AD Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol dengan dukungan Denzipur 2/Prasada Sakti Payakumbuh, Yon TP 896/Serumpun Pseko Jambi, serta Koramil 07/Air Bangis.
Kehadiran jembatan ini memulihkan akses vital penghubung Kecamatan Koto Balingka dan Lembah Melintang yang sebelumnya terputus, sehingga menghambat aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Salah seorang warga Jorong Sikabau, Yudi Prananda (44), mengaku sangat terbantu dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut.
Ia rutin melintasi jembatan menuju Pasar Ujung Gading untuk memenuhi kebutuhan usaha kedai kopinya.
“Sekarang jembatan sudah bisa dilewati lagi, belanja jadi lancar. Waktu jembatan putus, kami harus memutar jauh dan usaha ikut sepi,” ujar Yudi, Jumat (19/12/2025).
Menurut Yudi, terputusnya akses sempat membuat stok barang habis dan pelanggan berkurang drastis karena sulitnya distribusi.
Hal serupa dirasakan Maulana (29), pedagang bakso bakar yang biasa berjualan di kawasan Pantai Sikabau. Selama akses terputus, ia terpaksa menghentikan aktivitas jualannya.
“Sekarang jembatan sudah siap, saya bisa jualan lagi ke Sikabau. Pembeli mulai ramai dan penghasilan kembali normal,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di jembatan Bailey Sikabau kembali ramai dilintasi kendaraan warga, pedagang, dan pengangkut hasil pertanian.
Akses ini kembali menjadi jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat setempat.(CR6)
Editor : Hendra Efison