Lonjakan terutama terjadi pada komoditas daging sapi dan daging ayam yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang bulan puasa.
Pantauan di Pasar Ujung Gading, Rabu (18/2/2026), menunjukkan harga daging sapi kini mencapai Rp160 ribu per kilogram.
Sebelumnya, harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram.
Kenaikan sebesar Rp10 ribu per kilogram itu terjadi dalam sepekan terakhir. Meski demikian, aktivitas jual beli tetap berlangsung dengan permintaan yang cenderung meningkat.
Salah seorang pedagang daging sapi, Anto (51), mengatakan kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan pola yang terjadi hampir setiap tahun.
Menurutnya, harga Rp160 ribu per kilogram saat ini sudah menjadi harga pasaran di tingkat pedagang.
“Kalau sudah mendekati bulan puasa memang mulai naik. Sekarang sudah Rp160 ribu per kilo, sebelumnya masih Rp150 ribu. Itu sudah jadi harga pasaran,” ujar Anto, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan permintaan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga.
Banyak warga mulai berbelanja lebih awal untuk menyiapkan hidangan menjelang hari pertama puasa.
“Biasanya satu hari sebelum puasa masyarakat memasak daging di rumah, jadi permintaan sudah mulai ramai,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam di Pasar Ujung Gading. Harga daging ayam naik menjadi Rp34 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp32 ribu per kilogram.
Pedagang ayam potong, Toni Saputra (42), menyebut kenaikan tersebut berlangsung secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.
Selisih kenaikan sekitar Rp2 ribu per kilogram dinilai belum terlalu tinggi, namun tetap berdampak bagi pembeli.
“Naiknya sekitar Rp2 ribu per kilo, dari Rp32 ribu jadi Rp34 ribu. Memang belum terlalu tinggi, tapi tetap terasa bagi pembeli,” ungkapnya.
Toni menambahkan, kenaikan harga ayam tidak hanya dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat, tetapi juga harga dari pemasok yang ikut menyesuaikan kondisi pasar.
Ketika permintaan meningkat secara bersamaan, harga di tingkat distributor turut mengalami kenaikan.
“Kalau permintaan banyak, harga di tingkat distributor ikut naik. Setiap tahun memang seperti ini,” tuturnya.
Fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan hampir selalu terjadi setiap tahun di Pasaman Barat.
Peningkatan kebutuhan konsumsi rumah tangga dalam waktu singkat menjadi pemicu utama pergerakan harga di pasar tradisional.(*)
Editor : Hendra Efison