Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sidak Bupati Welly, hanya 1 Mobil Damkar Siap Pakai

Willian. • Rabu, 11 Juni 2025 | 13:30 WIB

JADI PERHATIAN: Bupati Pasaman Welly Suhery saat memeriksa kondisi armada pemadam kebakaran di Posko Damkar Lubuksikaping, kemarin (10/6).(DISKOMINFO PASAMAN UNTUK PADEK)
JADI PERHATIAN: Bupati Pasaman Welly Suhery saat memeriksa kondisi armada pemadam kebakaran di Posko Damkar Lubuksikaping, kemarin (10/6).(DISKOMINFO PASAMAN UNTUK PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bupati Pasaman, Welly Suhery, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Posko Pemadam Kebakaran (Damkar) Pasaman di Jalan A. Yani, Lubuksikaping, Selasa pagi (10/6).

Sidak ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait buruknya respons dan kesiapan unit Damkar dalam menangani kebakaran.

Turut mendampingi dalam sidak ini, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pasaman Syilfia Evayanti dan Kepala Dinas Kominfo. Sorotan utama dalam sidak ini adalah keterbatasan personel, kondisi peralatan yang rusak, serta minimnya anggaran operasional.

“Damkar datang setelah api padam, yang disiram cuma abunya,” ungkap seorang warga saat kebakaran di Cubadak Duakoto pekan lalu. Keluhan ini menjadi salah satu alasan kuat Bupati Welly turun langsung mengecek kondisi lapangan.

Di hadapan Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Pasaman, Aan Afrinaldi, serta Kabid Damkar Etriwaldi, Bupati Welly menegaskan pentingnya peran Damkar sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik.

“Damkar bukan hanya soal air dan api, tapi menyangkut keselamatan nyawa dan harta masyarakat. Tidak bisa ditawar, unit Damkar harus siap siaga 24 jam,” tegas Welly Suhery.

Dalam peninjauan tersebut, bupati menemukan hanya satu unit mobil Damkar yang siap pakai di Posko Lubuksikaping, dan satu unit lainnya di Posko Tapus, Padanggelugur.

Dua unit lainnya sudah lama rusak dan tak bisa dioperasikan. Bahkan selang air ditemukan bocor di beberapa titik, menghambat efektivitas pemadaman.

Kabid Damkar Etriwaldi menyampaikan bahwa minimnya armada yang layak pakai telah lama menjadi kendala serius. “Kami hanya punya dua unit yang bisa diandalkan, selebihnya sudah rusak parah,” jelasnya.

Kondisi diperparah dengan keterbatasan anggaran perawatan, seperti disampaikan Aan Afrinaldi. “Biaya perawatan sangat minim, bahkan untuk mengganti peralatan yang rusak pun tidak ada alokasi anggaran,” ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Welly langsung memerintahkan agar usulan anggaran perbaikan segera disusun dan diajukan.

“Bu Sekda, tolong segera fasilitasi. Ini menyangkut nyawa dan keselamatan warga, saya tidak ingin ada mobil Damkar yang tidak siap,” katanya tegas.

Sebelum meninggalkan lokasi, Bupati Welly juga sempat menguji langsung performa mobil Damkar dan peralatan yang tersedia. Sekda Sylfia Evayanti memastikan bahwa instruksi Bupati akan segera ditindaklanjuti.

“Persoalan Damkar ini akan menjadi prioritas. Kita tidak bisa menunda lagi,” ujar Sylfia.(wni)

Editor : Novitri Selvia
#mobil damkar #Lubuksikaping #Welly Suhery #sidak