Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kabupaten Pasaman, Handoko, mengatakan kebakaran melahap satu rumah semi permanen dan satu rumah permanen milik warga.
Ia menyebut api mulai terlihat sekitar pukul 12.15 WIB saat rumah dalam keadaan kosong.
Menurut laporan Pemadam Kebakaran Pasaman, sumber api pertama kali muncul dari dapur rumah milik Yusraini (63), seorang petani yang tengah menghadiri peringatan Isra Mi’raj di Masjid Nurul Huda.
Rumah berukuran 5 x 12 meter itu cepat terbakar karena material bangunan mudah tersulut api.
“Sumber api diduga berasal dari rumah Ibu Yusraini bagian dapur. Karena material bangunan yang mudah terbakar, api cepat membesar dan merembet ke rumah permanen milik Misdawati (40) yang berada tepat di sampingnya,” ujar Handoko dalam keterangan resmi.
Rumah kedua milik Misdawati berukuran 5 x 6 meter dan juga dalam keadaan kosong karena pemiliknya berdomisili di Bawan, Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Dapur rumah tersebut berbahan kayu sehingga ikut hangus terbakar.
Warga sekitar sempat mencoba memadamkan api secara manual, namun kobaran cepat membesar sehingga seluruh bangunan beserta isinya tidak dapat diselamatkan.
Tiga unit armada pemadam tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 13.30 WIB, termasuk melakukan pendinginan pada sisa bara.
“Kedua bangunan rumah hangus seluruhnya. Estimasi kerugian materil masing-masing rumah adalah Rp60 juta, sehingga total kerugian mencapai Rp120 juta,” kata Handoko.
Hingga kini, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dari bagian dapur rumah Yusraini. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pastinya.(CC1)
Editor : Hendra Efison