Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gempa Tektonik M3.8 Guncang Bonjol Pasaman, Dipicu Aktivitas Sesar Sianok

Randi Zulfahli • Kamis, 5 Februari 2026 | 09:06 WIB

Peta gempabumi tektonik M3.8 yang mengguncang Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Kamis (5/2/2026) dini hari.
Peta gempabumi tektonik M3.8 yang mengguncang Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Kamis (5/2/2026) dini hari.
PADEK.JAWAPOS.COM—Wilayah Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, diguncang gempa bumi tektonik, Kamis (5/2/2026) dini hari.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa yang terjadi pada pukul 04.52 WIB tersebut memiliki kekuatan magnitudo M3.8.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang, Suaidi Ahadi, menyebutkan bahwa pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 0,06° LS dan 100,18° BT.

Secara spesifik, lokasi gempa berada di darat, berjarak sekitar 7 kilometer arah Barat Daya Bonjol, Pasaman, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer.

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Suaidi menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal.

Guncangan tersebut timbul sebagai akibat langsung dari adanya aktivitas Sesar Sianok yang melintasi wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas Sesar Sianok,” ujar Suaidi dalam keterangan resminya, Kamis pagi.

Berdasarkan analisis peta guncangan (shakemap) yang dirilis BMKG, getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah sekitar. Kabupaten Agam dan Lubuksikaping mencatat intensitas II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak warga dan terasa nyata di dalam bangunan rumah. Getaran yang dirasakan seperti ada kendaraan berat melintas, disertai ayunan benda-benda ringan yang tergantung.

Sementara itu, Kota Padangpanjang dan Bukittinggi merasakan intensitas lebih rendah, yakni I hingga II MMI. Pada tingkat level ini, getaran hanya terekam oleh sistem seismograf atau dirasakan oleh sebagian kecil penduduk. Benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang ringan.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG melaporkan belum ada informasi terkait dampak kerusakan bangunan yang ditimbulkan oleh gempa tersebut.

Selain itu, hasil monitoring BMKG hingga pukul 04.55 WIB menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Suaidi Ahadi mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada dan hanya mempercayai informasi resmi dari BMKG.

Informasi valid dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi, antara lain akun media sosial Instagram dan Twitter @infoBMKG, situs web resmi www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram https://t.me/InaTEWS_BMKG, serta aplikasi mobile IOS dan Android bernama wrs-bmkg atau infobmkg. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#gempa tektonik #Bonjol Pasaman #sesar sianok