PADEK.JAWAPOS.COM-Dapur atau Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Payakumbuh mendapatkan apresiasi tinggi dan dinilai layak menjadi percontohan nasional.
Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, saat melakukan peninjauan bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Rabu (6/8). Lokasi yang menjadi perhatian utama adalah SPPG Yayasan Badunsanak Koto Baru di Kecamatan Payakumbuh Timur.
Dapur tersebut melayani sekitar 3.500 penerima manfaat dan dikelola oleh Yayasan Badunsanak Anugerah Barokah, yang dipimpin oleh mantan Wali Kota Payakumbuh, Joserizal Zain.
Dalam kunjungannya, Ade Rezki Pratama didampingi oleh Sekretaris Kota Payakumbuh, Rida Ananda, sejumlah kepala dinas, serta unsur pimpinan kecamatan dan kelurahan.
Politikus Partai Gerindra tersebut memantau secara menyeluruh seluruh proses operasional dapur, mulai dari penyimpanan bahan baku, dapur pengolahan, hingga proses pengemasan.
Ia juga sempat mencicipi langsung masakan yang sedang disiapkan. “Hasil monitoring kami hari ini luar biasa. SPPG Badunsanak ini sangat baik pengelolaannya dan layak jadi percontohan,” ujar Ade Rezki di sela-sela peninjauan.
Ade Rezki menegaskan bahwa program MBG, yang merupakan inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto, memiliki dampak luas.
Menurutnya, program ini tidak hanya penting dalam peningkatan kualitas gizi dan mendukung pertumbuhan fisik serta mental generasi penerus termasuk balita, peserta didik, ibu hamil, dan menyusui—tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang positif.
“Program MBG ini banyak sekali manfaatnya. Tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Para petani, peternak ayam, dan pedagang di pasar turut merasakan dampaknya karena bahan baku makanan mereka terserap,” jelasnya.
Baca Juga: Semester I 2025, Penjualan Listrik PLN Tembus 155,62 TWh dan Laba Naik 32,8 Persen
Ia menambahkan, hasil pengamatan tersebut akan menjadi bahan laporan penting yang akan disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI bersama BGN dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami akan laporkan bahwa dapur di Payakumbuh ini tidak hanya pionir, tetapi juga bisa menjadi model bagi SPPG lain di Indonesia dalam hal menjaga kebersihan, kualitas, dan manajemen produksi,” tambahnya.
Ia juga berharap, dengan mempertahankan standar tinggi dalam pengolahan makanan, potensi kasus seperti keracunan makanan dapat dihindari.
Dari sisi operasional, pengelola dapur, Joserizal Zain, menyampaikan bahwa kerja sama dengan pemerintah melalui BGN sejauh ini berjalan lancar, terutama dalam hal pembayaran yang kini telah menggunakan sistem virtual account.
“Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada kendala pembayaran. Program ini juga sangat tepat sasaran karena selain memenuhi gizi, juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar dan mengurangi angka pengangguran,” ungkap Joserizal.
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, menyambut baik apresiasi yang diberikan oleh pemerintah pusat. Ia menyebut pengakuan tersebut sebagai motivasi untuk terus mengembangkan program MBG di Kota Randang.
“Kami sangat mengapresiasi penilaian dari Bapak Ade Rezki. Ini menjadi penyemangat bagi kami. Saat ini baru dua dapur yang beroperasi, dan kami menargetkan hingga akhir tahun ini sebanyak 18 SPPG atau dapur yang disiapkan bisa berjalan seluruhnya,” pungkas Rida Ananda. (SYAMSU RIDWAN)
Editor : Novitri Selvia