Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Target PAD Parkir Rp 2 Miliar: Hingga Juli, Realisasi Baru 40 Persen

Syamsu Ridwan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Ilustrasi sistem perpakiran.
Ilustrasi sistem perpakiran.

PADEK.JAWAOS.COM-Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir sebesar Rp2 miliar pada tahun 2025. Namun, hingga akhir Juli 2025, realisasi baru mencapai sekitar 40 persen atau setara Rp800 juta.

Sekretaris Dishub Kota Payakumbuh, Hadiatul Rahmat, saat ditemui di kantornya, Selasa (12/8), mengungkapkan bahwa capaian ini masih tertinggal dari target ideal. Berdasarkan perhitungan, hingga pertengahan tahun ini seharusnya realisasi PAD parkir sudah berada di angka 45 persen.

“Mudah-mudahan di akhir tahun nanti bisa tercapai, tapi saya harus jujur agak pesimis untuk 100 persen. Kondisi pasar saat ini yang sepi sangat berpengaruh terhadap pendapatan parkir. Bahkan, para petugas parkir kami di lapangan banyak mengeluhkan sepinya kendaraan yang parkir,” ujarnya.

Untuk meningkatkan pendapatan, Dishub telah menambah dua titik parkir baru di Simpang Benteng dan GOR M. Yamin. Dengan demikian, jumlah titik parkir resmi di Kota Payakumbuh pada 2025 menjadi 27 lokasi, meningkat dari 25 titik pada tahun 2024.

“Kita sudah mencoba menghitung dampak dari penambahan dua titik parkir itu, namun prediksi hingga akhir tahun tetap sulit untuk mencapai Rp2 miliar. Meski begitu, Insyaallah kita optimis bisa di atas 90 persen,” kata Hadiatul.

Jika melihat tren capaian tahun-tahun sebelumnya, target PAD parkir memang terus meningkat. Pada 2023, target Rp1,6 miliar bahkan terlampaui hingga 101 persen. Sementara itu, pada 2024, target Rp1,8 miliar berhasil direalisasikan sekitar 98,5 persen.

“Tahun ini tantangannya lebih berat karena target naik menjadi Rp2 miliar. Kenaikan ini membuat kita harus bekerja ekstra keras, sementara kondisi ekonomi dan aktivitas masyarakat di beberapa pusat keramaian belum pulih sepenuhnya,” jelasnya.

Dishub pun telah mengambil sejumlah langkah untuk memaksimalkan pendapatan. Salah satunya dengan menegaskan kepada seluruh petugas parkir agar seluruh pemasukan dari setiap titik parkir wajib disetorkan ke kas daerah.

“Kami sudah wanti-wanti kepada kawan-kawan petugas parkir, jangan sampai ada titik parkir yang tidak disetorkan. Pengawasan lapangan kami lakukan setiap hari untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Dari 27 titik parkir yang ada, Dishub mengidentifikasi lima titik sebagai lokasi potensial dengan pendapatan terbesar. Titik-titik tersebut berada di bawah kanopi Pasar Pusat Kota Payakumbuh. Lokasi ini menjadi penyumbang utama PAD parkir, sedangkan titik-titik lainnya berperan sebagai pendukung.

Meski ada rasa pesimis terhadap pencapaian target penuh, Dishub tetap berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan sisa waktu hingga akhir 2025. Hadiatul berharap, meski tidak sampai 100 persen, setidaknya capaian berada di atas 90 persen dari target.

“Kita akan terus memantau dan memotivasi petugas di lapangan. Semoga dengan kerja keras bersama, capaian PAD parkir tahun ini bisa mendekati target, walaupun tantangannya tidak sedikit,” pungkasnya. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Target PAD Parkir #Hadiatul Rahmat #Dishub Kota Payakumbuh