PADEK.JAWAPOS.COM-Pemilik hewan peliharaan, baik kucing maupun anjing, di Kecamatan Lampasi Tigo Nagari (Latina), Kota Payakumbuh, mendapatkan layanan vaksinasi rabies gratis dari UPTD Puskeswan Dinas Pertanian Kota Payakumbuh.
Kegiatan vaksinasi ini digelar di Kantor Lurah Parambahan dan disambut antusias oleh masyarakat. Program vaksinasi rabies gratis tersebut merupakan agenda tahunan Dinas Pertanian Kota Payakumbuh.
Tujuannya adalah untuk melindungi hewan peliharaan dari ancaman rabies serta mencegah potensi penyebaran penyakit rabies yang dapat menular kepada manusia.
Paramedik Veteriner Terampil dari UPTD Puskeswan menjelaskan bahwa terdapat beberapa aturan yang harus diperhatikan setelah hewan peliharaan menerima vaksin rabies.
“Setelah divaksin, hewan peliharaan tidak boleh dimandikan selama satu minggu karena dapat memengaruhi efektivitas vaksin. Perawatan tetap dilakukan seperti biasa dengan memberi makan dan minum, dan untuk anjing tetap bisa diajak berjalan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa semua layanan pengobatan dan vaksinasi yang disediakan oleh Dinas Pertanian bersifat gratis.
“Sampai awal Agustus, tercatat sudah ada sekitar 121 kasus gigitan hewan penular rabies, baik dari kucing maupun anjing. Dari jumlah itu, 70 persen merupakan gigitan kucing. Kasus gigitan dari tahun ke tahun memang mengalami peningkatan, meski tidak terlalu signifikan, berkisar tujuh hingga sepuluh ekor per tahun,” paparnya.
Terkait capaian vaksinasi tahun ini, ia menyebut hingga 4 Agustus 2025, jumlah hewan yang telah divaksin mencapai 340 ekor.
“Dominasi masih hewan peliharaan kucing, namun kita juga mencatat peningkatan untuk anjing. Dua kecamatan yang telah dilakukan vaksinasi adalah Kecamatan Payakumbuh Timur dan Kecamatan Lampasi Tigo Nagari,” tambahnya.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pemilik hewan yang membawa peliharaan mereka ke lokasi vaksinasi. Salah seorang warga Latina, Elvi, mengaku rutin mengikuti program vaksin rabies setiap tahun. Tahun ini, ia membawa tujuh ekor kucing peliharaannya.
“Saya hampir tiap tahun ikut vaksin rabies, supaya kucingnya tetap sehat. Informasi vaksin ini saya dapat dari grup kelurahan Parambahan. Vaksin rabies sangat membantu, apalagi bagi saya yang peliharaan kucingnya banyak. Kalau tidak ada vaksin gratis ini, mungkin saya tidak bisa vaksin semua,” ungkap Elvi.
Sementara itu, Camat Lampasi Tigo Nagari, Diki Engla, menyampaikan bahwa sejauh ini kasus rabies di wilayahnya relatif terkendali. Ia menegaskan pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
“Alhamdulillah, data yang kami terima menunjukkan bahwa kasus rabies di Kecamatan Latina tidak terlalu banyak. Tapi dengan adanya kegiatan ini, tentu harapannya bisa mengantisipasi sejak dini. Masyarakat yang hobi memelihara kucing, anjing, dan hewan lainnya bisa memastikan hewan mereka tidak masuk dalam kasus rabies,” ujar Diki.
Ia juga mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat dalam mengikuti kegiatan vaksinasi.
“Alhamdulillah, antusias warga cukup tinggi. Banyak yang membawa hewan peliharaannya ke lokasi vaksinasi di kantor lurah. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan hewan peliharaan semakin baik,” pungkasnya. (rid)
Editor : Novitri Selvia